29.5 C
Madiun
Kamis, Februari 19, 2026

SMPN 1 Ngariboyo Gelar Sosialisasi Anti Radikalisme: Bijak Bermedia Massa Jadi Kunci

MAGETAN, TEROPONGNUSA.COM – Dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar, SMPN 1 Ngariboyo menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Bijak Bermedia Massa Tolak Paham Radikalisme” pada Senin (26/1/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) Satgaswil Jawa Timur, Bapak Endro Warsito, yang memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial.

Dalam paparannya, Endro menekankan bahwa media sosial ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi, media sosial dapat menjadi sarana positif untuk menambah wawasan dan menjalin komunikasi. Namun di sisi lain, jika tidak digunakan dengan bijak, media sosial bisa menjadi pintu masuk bagi paham-paham radikal yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“HP itu alat canggih. Tapi kalau tidak digunakan dengan bijak, bisa membuat anak-anak lupa diri. Banyak game dan aplikasi yang bisa menjerumuskan ke hal-hal negatif, bahkan paham radikalisme,” ujar Endro di hadapan ratusan siswa.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi penggunaan gawai di rumah. Menurutnya, pengawasan orang tua sangat penting agar anak-anak tidak terpapar konten-konten berbahaya yang beredar bebas di dunia maya.

Sementara itu, Plt Kepala SMPN 1 Ngariboyo, Surono, melalui Humas sekolah Juari, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah menerapkan kebijakan larangan membawa ponsel ke sekolah sejak tahun 2016. Kebijakan ini bertujuan agar siswa lebih fokus dalam kegiatan belajar mengajar serta menghindari potensi penyalahgunaan gawai.

“Kami ingin anak-anak lebih konsentrasi belajar dan tidak terpengaruh hal-hal negatif dari penggunaan HP. Jika ada keperluan mendesak, komunikasi bisa dilakukan melalui paguyuban kelas,” jelas Juari.

Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh para siswa dan guru. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai bahaya radikalisme serta pentingnya literasi digital.

Dengan adanya kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan bijak dalam menyikapi informasi di era digital, serta mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekitarnya.(DR)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru