22.3 C
Madiun
Minggu, Juli 14, 2024

Anting Emas, Program Penanganan Stunting di Magetan

MAGETAN, TEROPONGNUSA.COM – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui program Anting Emas (Asuh Balita Stunting Untuk Wujudkan Generasi Magetan Berkwalitas) terus berupaya menangani permasalahan stunting di wilayahnya. Program ini melibatkan orang tua asuh dari berbagai elemen masyarakat yang memberikan bantuan berupa paket bahan makanan protein hewani kepada balita stunting.

Salah satu balita yang mendapat kunjungan dan bantuan dari orang tua asuh adalah Virendra Putra K, dua tahun, asal Desa Dukuh, Kecamatan Lembeyan. Virendra digendong oleh Pj. Bupati Magetan, Hergunadi, dan diajak naik mobil dinas berkeliling desa pada Rabu (21/2/2024).

Hergunadi mengatakan, program Anting Emas bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan status gizi serta kondisi kesehatan anak asuh. Ia berharap program ini dapat menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Magetan hingga di bawah 14% pada tahun 2024.

“Melalui Anting Emas ini balita stunting didampingi untuk penanganannya, sehingga pertumbuhannya terpantau, seperti Virendra pertumbuhannya semakin baik, anaknya sehat pintar, cerdas, komunikasi baik, pemberani tinggal pendampingan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi dari teman-teman dan pengusaha di Magetan yang ikut berkontribusi dalam program ini. Ia menyebutkan, saat ini ada 96 orang tua asuh yang tersebar di 13 kecamatan, yang membina 96 anak asuh.

Sementara itu, Tutut, Nutrisionis dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Magetan, menyampaikan bahwa program Anting Emas telah berdampak pada penurunan angka stunting, meskipun tidak pesat. Ia menjelaskan, penanganan stunting memang membutuhkan waktu lama dan tergantung pada kondisi stuntingnya.

“Program Anting Emas berdampak pada penurunan angka stunting, meskipun tidak pesat. Mengingat untuk penanganan stunting memang butuh waktu lama dan juga tergantung kepada kondisi stuntingnya,” tuturnya.

Program Anting Emas dilaksanakan sejak November 2023 hingga Februari 2024. Bentuk bantuan yang diberikan adalah berupa paket bahan makanan senilai Rp 15.000,00/orang/hari x 90 hari makan = Rp 1.350.000,00. Bahan makanan yang dimaksud adalah produk makanan sumber protein hewani seperti telur, susu, daging, ikan, abon, dan lain-lain.(DIC)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
21,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru