33.1 C
Madiun
Selasa, September 1, 2026

DPUPR Magetan Raih Juara 1 INODA Award 2026 Lewat Inovasi Alat Slurry Seal dari Mesin Bekas

MAGETAN, TEROPONGNUSA.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan melalui Bidang Bina Marga berhasil meraih Juara 1 Lomba Inovasi Daerah (INODA) Award 2026. Penghargaan tersebut diraih berkat inovasi pemanfaatan mesin pompa bekas sumur dalam milik Dinas Pengairan yang dimodifikasi menjadi alat pengolah bubur aspal atau slurry seal.

Inovasi tersebut menjadi terobosan dalam pemeliharaan jalan sekaligus memanfaatkan aset yang sebelumnya tidak digunakan. Teknologi slurry seal dinilai mampu menghadirkan metode perawatan jalan yang lebih efisien, hemat anggaran, serta ramah lingkungan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, mengatakan inovasi tersebut berangkat dari kebutuhan untuk mencari metode pemeliharaan jalan yang lebih efektif dibandingkan sistem konvensional.

Menurutnya, metode pemeliharaan jalan dengan penyiraman aspal cair dan penaburan pasir masih menimbulkan sejumlah persoalan di lapangan.

“Pemeliharaan konvensional memicu polusi debu pekat yang mengganggu warga sekitar dan pengguna jalan. Sisa pasir di permukaan jalan juga berisiko tinggi membuat pengendara roda dua tergelincir,” ungkap Muhtar, Selasa (18/8/2026).

Berbeda dengan metode konvensional, teknologi slurry seal menghasilkan pelapisan permukaan jalan yang lebih rapi dan mulus tanpa menimbulkan debu. Selain itu, metode tersebut juga dinilai lebih tahan lama.

Dari sisi anggaran, penggunaan slurry seal disebut lebih efisien dibandingkan metode hotmix. Biaya pemeliharaan menggunakan hotmix dapat mencapai tiga hingga empat kali lebih tinggi.

Meski demikian, Muhtar menegaskan slurry seal tidak dapat digunakan untuk seluruh jenis kerusakan jalan. Teknologi tersebut lebih difokuskan untuk menangani kerusakan ringan dan menjaga ketahanan permukaan aspal melalui sistem pemeliharaan preventif.

“Untuk jalan berlubang, harus melalui tahap penambalan atau patching terlebih dahulu sebelum dilapisi slurry seal. Karena menunda pelapisan permukaan jalan akan mempercepat kerusakan fatal yang menelan biaya jauh lebih besar,” jelasnya.

Saat ini, alat slurry seal hasil modifikasi tersebut masih dalam tahap uji coba di sejumlah titik di Kabupaten Magetan. Dinas PUPR Magetan akan melakukan evaluasi dan penyempurnaan teknis sebelum meningkatkan kapasitas produksinya.

Ke depan, PUPR Magetan berencana menyiapkan armada truk penarik dengan kapasitas lebih besar untuk mendukung pengoperasian alat tersebut.

“Target jangka panjangnya, teknologi dan peralatan ini akan didistribusikan ke seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah atau UPTD di Kabupaten Magetan,” ujar Muhtar.

Dengan distribusi alat tersebut, setiap wilayah diharapkan mampu melakukan pemeliharaan jalan secara mandiri, efisien, dan ramah lingkungan.(Red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru