KLATEN, TEROPONGNUSA.COM – Ternyata inilah yang menjadi daya tarik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, hingga menarik perhatian Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Nguntoronadi. Dalam kunjungan studi tiru yang berlangsung pada (3/1) ini, para peserta aktif menggali informasi seputar pengelolaan usaha, mulai dari laba bersih, omzet, hingga sistem penggajian karyawan.
Sekretaris KDMP Bentangan, Hari Wibawa, mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada Juli 2025, KDMP telah mencatat omzet tertinggi mencapai Rp70 juta per bulan. Dari angka tersebut, keuntungan bersih yang diperoleh berkisar antara 5 hingga 8 persen. Bahkan, dalam satu kesempatan, usaha penyewaan alat dan mesin pertanian (alsintan) mampu menghasilkan laba bersih hingga Rp10 juta dalam satu bulan.

“Untung bersih antara 5–8 persen dari omzet. Bahkan pernah mendapat keuntungan bersih Rp10 juta dalam satu bulan dari usaha sewa alsintan,” ujar Hari.
Selain alsintan, KDMP Bentangan juga mengelola unit usaha lain seperti apotek dan polindes dengan sistem sharing profit. Pihak ketiga diberikan ruang usaha di lingkungan KDMP dan hasil usaha dibagi sesuai kesepakatan.

Ketua KDMP Bentangan, Bambang Gunarsa, menambahkan bahwa pihaknya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pengadaan komoditas seperti beras, LPG, minyak goreng, hingga pupuk. Menurutnya, kunci utama menjalin kemitraan dengan BUMN adalah kelengkapan persyaratan administrasi.
“Yang penting persyaratan sudah lengkap, BUMN tidak akan menolak. Contohnya pupuk, kalau syarat lengkap, bisa langsung disetujui,” jelas Bambang.
Ia menekankan bahwa kerja sama dengan BUMN memberikan keuntungan besar karena harga barang bisa dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan langsung dari produsen. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat untuk membeli barang dengan harga terjangkau, bahkan untuk dijual kembali.
Meski tidak merinci unit usaha mana yang paling menguntungkan, Bambang menyebut bahwa setiap KDMP memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Namun, dengan sistem yang telah berjalan dan peluang kerja sama yang terbuka luas, KDMP Bentangan dinilai memiliki prospek cerah sebagai model pemberdayaan ekonomi desa.(DR)

