PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui panen sawi hidroponik yang digelar pada Senin pagi (15/12), sekitar pukul 10.00 WIB.
Kegiatan panen berlangsung di area bengkel kerja rutan dan melibatkan langsung para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Sebanyak 9 kilogram sawi berhasil dipanen dalam kegiatan tersebut. Seluruh hasil panen dialokasikan untuk kebutuhan dapur rutan, yang kemudian diolah menjadi konsumsi harian bagi para WBP.
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, menegaskan bahwa program hidroponik ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan sarana pembinaan yang menanamkan nilai produktivitas dan tanggung jawab kepada para warga binaan.
“Melalui program hidroponik ini, kami ingin membekali WBP dengan keterampilan yang bermanfaat sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab. Hasil panen dimanfaatkan langsung untuk dapur rutan, sehingga mendukung ketahanan pangan dari dalam rutan,” ujar Agung.
Program hidroponik ini telah berjalan secara berkelanjutan dengan pendampingan intensif dari petugas rutan, mulai dari proses penanaman hingga perawatan tanaman. Selain menekan biaya operasional dapur, inisiatif ini juga menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif dan mandiri.
Rutan Ponorogo berencana untuk terus mengembangkan program serupa dengan memperluas jenis tanaman dan meningkatkan kapasitas produksi. Upaya ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi WBP, baik selama masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.(Hum/Red)

