PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo resmi meluncurkan inovasi layanan pemasyarakatan bertajuk SAPA DIRI (Sosial–Psikologi Asesmen & Konsultasi untuk Pemulihan dan Reintegrasi), Selasa (2/12).
Program ini ditujukan untuk memperkuat kesiapan mental dan sosial Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjelang bebas.
Kegiatan perdana SAPA DIRI digelar di Ruang Kunjungan Rutan Ponorogo dengan agenda screening kesiapan mental dan sosial bagi empat WBP laki-laki. Proses asesmen dipandu oleh empat pemateri yang terdiri dari dua psikolog dan dua sosiolog, yakni Aufa Hana Cahyaningrum, Arina Nur Laila, Silvi Anggraini, dan Anis Wahda Fadilla Adsana. Keempatnya merupakan peserta program MagangHub dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho, menyatakan bahwa SAPA DIRI merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan.
“SAPA DIRI kami hadirkan sebagai ruang aman bagi WBP untuk mengenali diri, menata langkah, dan kembali bermakna. Kami ingin memastikan bahwa setiap WBP tidak hanya siap secara administratif untuk bebas, tetapi juga siap secara mental dan sosial,” ujarnya.
Program ini mencakup asesmen psikologis dan sosial, konsultasi individual, serta perencanaan reintegrasi yang terstruktur. SAPA DIRI diharapkan mampu memperkuat kemampuan adaptasi dan coping skill WBP, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kesiapan yang lebih matang.
Peluncuran SAPA DIRI menandai komitmen Rutan Ponorogo dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang lebih manusiawi, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan.(Hum/Red)

