28.4 C
Madiun
Jumat, Mei 8, 2026

Menuju Pesta Demokrasi Indonesia Tahun 2024, Ini Harapan Anak Muda Magetan

TEROPONGNUSA.COM | MAGETAN –  Di era reformasi, Pemilu Nasional telah dilaksanakan sebanyak lima kali, yaitu pemilu tahun 1999, 2004, 2009, 2014, dan tahun 2019.

Namun, sampai saat ini pesta demokrasi di Indonesia tidak lepas dari politik uang atau money politik yang selalu menjadi musuh utama bagi penyelenggara dan kandidat yang berintegritas.

Politik uang dimaksudkan sebagai praktik pembelian suara pemilih oleh peserta pemilu maupun oleh tim sukses, baik yang resmi maupun tidak. Biasanya sebelum pemungutan suara dilakukan, pesera pemilu atau tim sukses akan mulai bergerilya mencari suara pasti.

Salah satu alasan terjadinya politik uang atau money politik karena adanya ketidakpercayaan masyarakat terhadap para kandidat calon pemimpinnya. Hal tersebut dapat memberikan efek negatif bagi para elit dengan menghambur – hamburkan uang dalam waktu sekejap, demi kekuasaan semata.

Harusnya masyarakat saat ini berfikir lebih cerdas bahwa hal tersebut secara nyata telah merendahkan martabat rakyat dan juga menjebak dan membelenggu rakyat dengan apa yang didapat selama lima tahun ke depan.

Dengan demikian berbagai macam masalah yang ditimbulkan oleh politik uang ini adalah menghilangkan kesempatan munculnya pimpinan daerah yang berkualitas. Politik mempengaruhi partisipasi politik masyarakat dalam pemilu dan merusak demokrasi serta merugikan masyarakat.

Jika betul suara rakyat adalah suara Tuhan, ya seharusnya tidak bisa dibeli.

Kita semua pasti berharap menghadirkan kontestasi demokrasi yang berkeadilan bagi semua calon legislatif, baik yang bermodal besar atau tidak. Terutama memberikan kesempatan anak muda menghadirkan ide dan gagasannya tanpa tersandera oleh ada atau tidaknya isi tas mereka. Karena kebebasan berpolitik adalah hak konstitusional dasar dan kebebasan warga negara yang sudah diatur oleh undang-undang.

Untuk itu, mari kita hilangkan budaya politik uang atau money politik yang sekian lama menjadi sebuah budaya di negara kita. Agar bisa benar-benar menciptakan pemimpin yang berkualitas dan bisa menyuarakan suara rakyat.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru