24.3 C
Madiun
Minggu, Agustus 30, 2026

Perdana Digelar, Festival Langen Tayub se-Kabupaten Ponorogo Hadirkan Puluhan Grup

PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Untuk pertama kalinya, Festival Langen Tayub se-Kabupaten Ponorogo digelar di Lapangan Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong. Sebanyak 26 grup Tayub dari berbagai wilayah di Kabupaten Ponorogo ambil bagian dalam festival yang memperebutkan Piala Bupati Ponorogo tersebut, Sabtu (29/8/2026).

Festival yang digagas Karang Taruna Desa Karangpatihan ini menjadi catatan baru dalam upaya mempertemukan para pelaku seni Tayub dalam satu panggung tingkat kabupaten.

Alunan gamelan berpadu dengan gerak dinamis para penari Tayub sejak awal pertunjukan. Satu per satu grup peserta tampil menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan membawa karakter dan gaya masing-masing.

Eko Mulyadi Kepala Desa Karangpatihan saat memberikan sambutan (Foto: DR)

Antusiasme masyarakat turut membuat suasana festival semakin meriah. Pertunjukan Tayub tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pelaku seni, masyarakat, dan generasi muda untuk kembali mengenal kesenian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, mengatakan festival tersebut mengusung tema Warisan Budaya, Guyub Rukun Mbangun Ponorogo.”

Menurutnya, tema tersebut menjadi gambaran semangat masyarakat untuk menjaga kebersamaan sekaligus memberikan ruang bagi kesenian tradisional agar terus berkembang.

“Festival Langen Tayub ini kami harapkan dapat melestarikan sekaligus mengembangkan kesenian warisan leluhur,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, Festival Langen Tayub kali ini merupakan yang pertama kali digelar secara se-Kabupaten Ponorogo. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan, tetapi menjadi awal untuk mendorong kesenian Tayub semakin dikenal dan berkembang.

“Ini pertama kali digelar Festival Tayub se-Ponorogo. Harapannya, kesenian Tayub semakin berkembang dan bisa naik kelas,” katanya.

Eko menilai perkembangan zaman tidak seharusnya membuat kesenian tradisional kehilangan tempat. Sebaliknya, festival dapat menjadi sarana untuk mengemas kesenian Tayub agar lebih menarik bagi masyarakat, terutama generasi muda, tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi akar kesenian tersebut.

Keikutsertaan 26 grup dalam festival perdana ini sekaligus menunjukkan bahwa Tayub masih memiliki tempat di tengah masyarakat Ponorogo. Para pelaku seni mendapat ruang untuk tampil, berkreasi, sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan seni tradisional kepada generasi penerus.

Festival Langen Tayub perdana se-Kabupaten Ponorogo di Karangpatihan pun diharapkan menjadi langkah awal bagi penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang. Dari panggung festival tersebut, semangat melestarikan Tayub sekaligus memperkuat keguyuban masyarakat Ponorogo terus digaungkan melalui irama gamelan dan gerak tari.(DR)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru