PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Suasana penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027 di Ponorogo membawa cerita berbeda bagi sejumlah SMP negeri. Jika biasanya sekolah-sekolah sibuk menyeleksi calon siswa karena kuota penuh, kali ini beberapa sekolah justru menghadapi tantangan: kekurangan murid.
SMPN 1 Sawoo menjadi salah satu yang paling terdampak. Dengan kekurangan 83 siswa, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan membuka jalur pendaftaran offline. Langkah ini bukan sekadar administrasi, melainkan upaya memberi kesempatan bagi anak-anak yang belum terakomodir lewat sistem online.
Sekretaris Dinas Pendidikan sekaligus Ketua SPMB Kabupaten Ponorogo, Farida Nurani, menekankan pentingnya jalur ini. Ia berharap tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal.
“Melalui pendaftaran offline, kuota kosong bisa terisi, sehingga seluruh anak tetap mendapatkan layanan pendidikan,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Di SMPN 1 Sawoo, Kepala Sekolah Susanto menyambut dengan optimisme. Ia menjelaskan syarat pendaftaran sederhana: usia maksimal 15 tahun, ijazah atau SKL SD sederajat, serta dokumen kependudukan.
“Hari ini sudah bisa mendaftar. Harapannya, sampai tahun ajaran baru, kekurangan murid bisa terpenuhi,” ungkapnya.
Cerita serupa datang dari SMPN 2 Pulung. Kepala sekolah Heri Sugianto mengungkapkan sekolahnya masih kekurangan 48 murid. Namun, ia yakin jalur offline akan menjadi solusi.
“Semoga dapat terpenuhi melalui pendaftaran offline,” tuturnya.
Di balik angka-angka kekurangan murid, ada harapan besar: setiap anak Ponorogo tetap bisa bersekolah. Pendaftaran offline bukan sekadar prosedur tambahan, melainkan jembatan agar pendidikan tetap merata.(Red)

