27.3 C
Madiun
Senin, Juni 22, 2026

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan

CILACAP, TEROPONGNUSA.COM – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi transformasi Kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian warga binaan. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Nusakambangan, Sabtu (20/6), bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau sejumlah program unggulan yang dijalankan di Nusakambangan, antara lain Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), pertanian, peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja (BLK) konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.

“Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” kata Titiek.

Menurutnya, kawasan yang selama ini dikenal sebagai lembaga pemasyarakatan dengan tingkat keamanan tinggi tersebut kini mampu menunjukkan wajah baru sebagai kawasan produktif yang menghasilkan berbagai komoditas pangan dan produk bernilai manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI guna memperkuat program yang telah berjalan. Ia menegaskan seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan terus didorong mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum tergarap sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kami akan menindaklanjuti berbagai evaluasi dan arahan yang diberikan. Seluruh lapas dan rutan juga diarahkan untuk mengoptimalkan lahan yang ada guna mendukung program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan internal,” ujar Agus.

Saat ini, kawasan Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif dan melibatkan ratusan warga binaan dalam berbagai kegiatan usaha, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang dan sidat.

Transformasi Nusakambangan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan dan pengalaman kerja sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.(Hum/Red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru