MAGETAN, TEROPONGNUSA.COM – Senyum bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Tiara Ramadhani. Siswi SMA Negeri 1 Maospati (SMANTI) itu berhasil meraih Juara III dalam ajang Fashion Show Batik Bambu Magetan yang digelar di GOR Ki Mageti, baru-baru ini.
Sebelum acara Fashion Show Batik Bambu Magetan dimulai, kegiatan terlebih dahulu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Kabupaten Magetan, Saif Muchlissun. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan UMKM batik di Magetan.
Menurutnya, ajang seperti Festival Bambu Magetan bukan hanya menjadi wadah kreativitas generasi muda, tetapi juga sarana penting untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui produk batik khas daerah.

Penampilan Tiara berhasil memikat perhatian dewan juri saat melenggang di atas catwalk mengenakan Batik Pring Sedapur dengan perpaduan warna hitam, kuning, dan merah yang elegan. Busana tersebut tampil menonjol berkat desain yang memadukan unsur tradisional dan modern secara harmonis.
Fashion Show Batik Bambu Magetan menjadi salah satu rangkaian Festival Bambu Magetan yang berlangsung pada 12–21 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA. Selain menjadi wadah menyalurkan bakat di bidang peragaan busana, acara tersebut juga bertujuan mengenalkan dan mengangkat Batik Bambu sebagai salah satu identitas budaya khas Kabupaten Magetan.
Bagi Tiara, pencapaian kali ini memiliki makna yang berbeda dibanding pengalaman-pengalaman sebelumnya mengikuti lomba serupa. Ia mengaku sangat bangga karena busana yang dikenakannya merupakan hasil rancangan guru di sekolahnya sendiri.
“Ini sangat berkesan. Saya memang sering mengikuti fashion show batik, tetapi kali ini terasa istimewa karena desain busana dibuat oleh guru PKWU SMA Negeri 1 Maospati, Ibu Tutik Susilowati, S.Pd,” ungkap Tiara.
Menurutnya, desain karya sang guru memiliki perpaduan warna yang elegan dengan pola busana yang rapi, modern, dan tetap sopan saat dikenakan. Hal itulah yang membuatnya tampil lebih percaya diri selama kompetisi berlangsung.
Sementara itu, panitia penyelenggara, Wowok, menjelaskan bahwa peserta dibagi dalam empat kategori, yakni PAUD/TK, SD, SMP, dan SMA. Pembagian kategori dilakukan agar proses penilaian berlangsung lebih proporsional sesuai usia peserta.
“Kategori memang dipisah berdasarkan jenjang pendidikan. Jadi peserta TK tidak dicampur dengan SD maupun jenjang lainnya agar kompetisi berjalan lebih adil,” jelasnya.
Selain peserta dari sekolah, panitia juga memberikan kesempatan bagi peserta umum untuk mengikuti perlombaan. Pada setiap kategori ditetapkan juara I, II, dan III, juara harapan I, II, dan III, serta penghargaan khusus The Best Costume.
Persaingan yang tersaji di atas catwalk berlangsung cukup ketat. Meski sebagian besar peserta masih berusia muda, mereka mampu menampilkan kemampuan terbaik dengan berbagai konsep busana yang kreatif dan menarik. Dukungan orang tua, guru, serta para pendamping yang turut mempersiapkan kostum dan penampilan peserta menjadi warna tersendiri yang membuat ajang ini semakin meriah.
Prestasi yang diraih Tiara tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa harum nama SMAN 1 Maospati. Lebih dari sekadar meraih juara, keikutsertaannya menjadi bukti bahwa kreativitas, kolaborasi antara guru dan siswa, serta kecintaan terhadap budaya lokal mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.(Red)

