SURABAYA, TEROPONGNUSA.COM – PDI Perjuangan Jawa Timur merombak struktur kepengurusan partai di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota melalui Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Surabaya, Sabtu (20/12/2025). Dari forum tersebut, Siswandi ditetapkan sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo untuk masa bakti 2025–2030.
Konferda dan Konfercab PDIP se-Jawa Timur itu dibuka oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat. Ia menegaskan agenda lima tahunan tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh kinerja partai sekaligus penguatan konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan.

“Ini saat yang tepat bagi partai untuk mawas diri, memperkuat konsolidasi, dan memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan. PDI Perjuangan harus terus hadir sebagai partainya wong cilik yang turun ke bawah dan memecahkan persoalan rakyat,” ujar Djarot, dikutip dari Lensaindonesia.com.
Penunjukan Siswandi terbilang mengejutkan. Anggota DPRD Ponorogo dari Fraksi PDIP itu sebelumnya tidak masuk dalam bursa unggulan calon ketua. Namun, Dewan Pimpinan Pusat PDIP akhirnya memberikan mandat kepemimpinan kepadanya.
“Saya sendiri kaget. Sejak awal tidak pernah membayangkan dipercaya menjadi Ketua DPC PDIP Ponorogo,” kata Siswandi, Minggu (21/12/2025).
Dalam Konfercab tersebut, kepengurusan DPC PDIP Ponorogo ditetapkan secara paket. Johan Bahtiar Rivai dipercaya sebagai sekretaris, sementara posisi bendahara diamanahkan kepada Evi Dwitasari.
Siswandi menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PDIP, jajaran DPP, DPD PDIP Jawa Timur, serta seluruh kader dan tokoh PDIP Ponorogo atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengakui amanah tersebut merupakan tugas berat.
“Ke depan saya ingin berkolaborasi dengan semua elemen, baik pengurus lama maupun pengurus baru, untuk bergotong royong membesarkan partai,” ujarnya.
Ia menargetkan PDIP Ponorogo tidak hanya kuat dari sisi kualitas kader dan gagasan, tetapi juga kokoh secara elektoral. Siswandi secara terbuka menyebut target menjadikan PDIP sebagai partai pemenang di Ponorogo.
Dalam waktu dekat, Siswandi berencana menggelar konsolidasi internal dengan kader senior dan tokoh-tokoh PDIP Ponorogo guna memperkuat soliditas dan menyamakan arah perjuangan partai. Ia menilai kepercayaan publik terhadap partai politik saat ini cenderung menurun sehingga PDIP harus kembali hadir sebagai rumah aspirasi masyarakat.
“PDIP harus hadir, dekat dengan rakyat, dan benar-benar memperjuangkan aspirasi masyarakat. Itu membutuhkan komitmen kuat dari seluruh kader,” katanya.
Terkait komposisi kepengurusan, sekitar 70 persen pengurus DPC PDIP Ponorogo merupakan wajah baru. Meski demikian, Siswandi menegaskan peran kader senior tetap penting dalam membangun sinergi dan arah perjuangan partai di daerah tersebut.(DNY)

