PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bajang di Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, mengembangkan inovasi pengolahan limbah dapur menjadi pupuk. Langkah ini dinilai hemat sekaligus ramah lingkungan.
Ahli Gizi SPPG Bajang, Yustina Sri Indah, menjelaskan limbah yang digunakan meliputi sisa makanan hingga sayuran, baik organik maupun non-organik.
“Limbah itu difermentasi menjadi eco enzim. Prosesnya selama tiga bulan baru bisa digunakan,” ujarnya, Senin (6/4).
Menurut Yustina, selama proses fermentasi, wadah botol berisi limbah harus rutin dibuka-tutup agar penguraian berjalan optimal. Ia menegaskan, metode ini merupakan hasil inovasi mandiri SPPG.
Inovasi ini bukan hanya sekadar eksperimen. Pupuk hasil olahan limbah dapur menjadi solusi nyata: mengurangi volume sampah, menekan biaya produksi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Sehingga pupuk ini bisa dimanfaatkan untuk kebun atau tanaman.(DR)

