PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Sebuah bangunan berpagar tembok tinggi di kawasan Kalisat, Bungkal, berdiri tanpa papan nama. Dari luar tidak ada identitas resmi yang menandakan aktivitas di dalamnya sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kondisi ini membuat masyarakat sekitar nyaris tak mengetahui apa yang berlangsung di balik dinding tersebut.
Minimnya transparansi menjadi sorotan, terlebih SPPG hadir sebagai layanan publik yang menyangkut kesehatan dan konsumsi masyarakat. Publik pun mempertanyakan, mengapa fasilitas yang semestinya terbuka justru terkesan tertutup.
Saat ditelusuri, bangunan SPPG Kalisat diketahui dulunya merupakan gudang yang disulap menjadi pusat pelayanan. Di dalam kawasan itu masih terlihat area pengeringan hasil panen, rumah plastik dan bahkan di seberang jalan berhadapan dengan kandang ayam. Sementara informasi nama dipasang di dalam dengan menghadap ke samping.

Mitra SPPG, Dibyo, membantah tudingan jarak kandang ayam terlalu dekat, mengklaim sekitar 300 meter.
“Jarak sekitar 300 meter dari kandang ayam,” ujarnya, Kamis (27/2).
Hal lain yang disayangkan, tidak adanya plang resmi di pinggir jalan raya membuat masyarakat sekitar sulit mengetahui keberadaan SPPG.
Kini publik menunggu sikap tegas dan evaluasi menyeluruh dari pihak terkait. Sebab dalam urusan pangan dan kesehatan, kompromi sekecil apa pun bisa berdampak besar.(DR)

