JAKARTA, TEROPONGNUSA.COM – Ketua Pengajian Al-Hidayah Jawa Timur, Hj. Atika Banowati, SH, menyerukan transformasi peran perempuan Islam dalam pembangunan bangsa pada pembukaan Muktamar IX Pengajian Al-Hidayah yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta. Forum nasional yang berlangsung 20–22 Oktober ini dihadiri ribuan kader dari berbagai provinsi.
Dalam pernyataannya, Atika menekankan pentingnya perempuan Al-Hidayah untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan di keluarga, masyarakat, dan ranah publik.
“Perempuan Al-Hidayah hari ini harus sholihah dalam akhlak, cerdas dalam pikiran, dan mandiri dalam tindakan,” ujarnya melalui pesan singkat usai pembukaan.
Sebagai anggota Komisi D DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Atika menegaskan bahwa Al-Hidayah—organisasi perempuan yang berafiliasi dengan Partai Golkar—harus memperluas perjuangannya dari pembinaan iman menuju pemberdayaan perempuan secara menyeluruh.
“Kemandirian perempuan bukan sekadar ekonomi, tetapi juga spiritual dan intelektual,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinannya, Al-Hidayah Jawa Timur mulai merancang sejumlah program strategis, seperti pendidikan keluarga, literasi ekonomi umat, dan pelatihan kepemimpinan perempuan.
Program-program ini bertujuan agar kader Al-Hidayah mampu berkontribusi secara produktif di ruang sosial tanpa meninggalkan identitas keislaman.
Atika juga menyoroti pentingnya perempuan untuk tampil sebagai pemimpin.
“Peran perempuan tidak lagi cukup berhenti pada tataran domestik. Mereka harus berani tampil menjadi pemimpin, baik di keluarga maupun masyarakat,” katanya.
Muktamar IX Al-Hidayah menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat semangat pengabdian perempuan Islam. Forum ini juga menegaskan komitmen Al-Hidayah sebagai organisasi perempuan yang berpijak pada nilai keislaman, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kita ingin Al-Hidayah menjadi rumah besar perempuan Indonesia yang menyebarkan cahaya kebaikan, menginspirasi, dan membangun bangsa dengan kasih dan keteladanan,” pungkas Atika.(DNY)

