33.4 C
Madiun
Jumat, Juli 10, 2026

Tim Reyog Sardulo Condrodimuko Rutan Ponorogo Siap Tampil di IPPAFEST 2025

PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Dari balik dinding tinggi Rumah Tahanan Kelas IIB Ponorogo, semangat seni dan budaya tak pernah padam. Kali ini, semangat itu menemukan panggungnya di ajang bergengsi IPPAFEST 2025 (Indonesian Prison Product & Art Festival) sebuah perhelatan nasional yang digelar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61.

Adalah Tim Reyog Sardulo Condrodimuko, perpaduan unik antara petugas pemasyarakatan dan warga binaan, yang akan menjadi duta seni dari Ponorogo. Pada Selasa, 22 April 2025, pukul 12.00 WIB, mereka secara resmi diberangkatkan dari halaman rutan, dilepas dalam suasana penuh haru dan harapan.

Suasana pemberangkatan dimulai dengan pengarahan dan doa bersama yang dipimpin oleh Plt. Kepala Rutan Ponorogo, Jumadi.

Dalam sambutannya, Jumadi mengatakan bahwa penampilan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan bentuk nyata keberhasilan pembinaan karakter berbasis budaya.

“Keikutsertaan dalam IPPAFEST ini bukan sekadar tampil di panggung, tapi ini adalah wujud nyata keberhasilan pembinaan kita. Tampilkan yang terbaik, jaga kekompakan, dan jadikan ini sebagai pembuktian bahwa seni bisa menjadi jembatan perubahan,” tegas Jumadi.

Tim Reyog dijadwalkan akan unjuk kebolehan pada Rabu, 23 April 2025 pukul 15.30 WIB di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Penampilan mereka menjadi salah satu daya tarik utama IPPAFEST 2025 yang menampilkan keragaman kreativitas dari warga binaan seluruh Indonesia.

Berangkat dengan pengawalan ketat sesuai standar keamanan, para anggota tim — baik petugas maupun warga binaan menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka sadar, ini bukan sekadar pertunjukan seni, tapi sebuah momen penting untuk membuktikan bahwa dari dalam rutan pun bisa lahir semangat positif dan kreatif.

Masyarakat luas juga dapat menyaksikan semaraknya festival ini melalui live streaming di kanal YouTube PASTV Ditjenpas, membuka ruang partisipasi dan apresiasi terhadap proses pembinaan yang selama ini berlangsung jauh dari sorotan publik.

Lebih dari sekadar pertunjukan, penampilan Reyog dari Rutan Ponorogo ini adalah simbol transformasi. Di tangan yang dulu mungkin pernah salah arah, kini lahir tarian penuh makna menghidupkan warisan budaya Reyog Ponorogo sebagai media ekspresi dan pemulihan jati diri.

Melalui semangat kolaborasi antara budaya dan pembinaan, Rutan Kelas IIB Ponorogo terus berinovasi, membuktikan bahwa pemasyarakatan bukan hanya soal hukuman, tetapi juga tentang harapan dan perubahan.(Hum/Red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru