27.9 C
Madiun
Rabu, April 22, 2026

Panen Perdana Ketahanan Pangan di Nusakambangan, Menteri Agus Andrianto Tegaskan Komitmen

CILACAP, TEROPONGNUSA.COM – Pulau Nusakambangan semakin menunjukkan perannya sebagai lumbung ketahanan pangan nasional. Pada Kamis (17/4/2025) Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, memimpin langsung panen perdana program ketahanan pangan di Lapas Nusakambangan.

“Produk ketahanan pangan Nusakambangan ini telah mulai menyumbang kekuatan kebutuhan makan di lapas-lapas Nusakambangan dan mendukung kebutuhan pasar masyarakat umum,” kata Agus Andrianto.

Panen perdana mencakup berbagai hasil bumi, seperti padi di Lapas Terbuka Nusakambangan, hingga jagung hibrida di Lapas Gladakan yang dimanfaatkan sebagai pakan ayam petelur. Saat ini, produksi telur di kawasan tersebut telah mencapai lebih dari 1.400 butir per hari. Tidak hanya itu, berbagai produk perkebunan seperti cabai, tomat, timun, terong, dan sayuran lainnya turut dipanen.

Menteri Agus juga menyempatkan diri untuk meninjau sektor peternakan dan perikanan, termasuk kambing, kerbau, ayam, serta budidaya ikan. Selain itu, persiapan budidaya udang vaname di tanah seluas 61,5 hektar di wilayah Bantar Panjang dan Pasir Putih menjadi salah satu agenda penting.

“Total 167,194 hektar area Pulau Nusakambangan sedang kami optimalisasi untuk menjadi lumbung ketahanan pangan,” tambahnya.

Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan sumber pangan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berpartisipasi aktif. Sekitar 200 warga binaan yang telah memasuki tahap asimilasi turut bekerja di sektor ketahanan pangan. 

“Saya senang sekali mendapatkan pengetahuan di bidang pertanian. Saya jadi punya rencana untuk bertani setelah bebas dari lapas. Selain itu, saya mendapatkan upah dari pekerjaan di ladang. Dapat ilmu, dapat uang,” kata salah satu warga binaan.

Dalam upayanya, program ketahanan pangan juga didukung sarana seperti pembangunan jalan sepanjang 11 kilometer, Balai Latihan Kerja (BLK), dan pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA). Hasil kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), PLTU, perusahaan, yayasan, dan organisasi non-pemerintah turut memberikan dampak signifikan.

Menteri Agus mengakhiri kegiatan dengan peresmian Training Center sebagai pusat pelatihan pegawai pemasyarakatan, yang merupakan kerjasama dengan Yayasan Penerima Internasional Indonesia (YPII). Komitmen untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pembinaan bagi warga binaan menjadi harapan besar bagi pembangunan Nusakambangan dan bangsa Indonesia.(Hum/Red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru