PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Raya Paskah, Rutan Kelas IIB Ponorogo melaksanakan kegiatan ibadah Paskah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Nasrani secara virtual. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Ponorogo dalam memberikan pembinaan kepribadian yang menyeluruh, termasuk pemenuhan hak beribadah sesuai keyakinan masing-masing.
Ibadah Paskah berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada Jumat, 18 April 2025, pukul 09.00 WIB dengan pengkhotbah Pendeta Yani Setyawati Lim, S.Th. Sesi kedua akan digelar pada Senin, 21 April 2025, pukul 09.00 WIB, dengan penyampaian firman Tuhan oleh Pendeta Philip Mantofa, mengangkat tema “Kebangkitan Tuhan Yesus.”
Warga binaan Nasrani mengikuti kegiatan secara virtual dari ruang pembinaan, didampingi oleh petugas yang memastikan pelaksanaan berjalan lancar, aman, dan tertib. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan penguatan spiritual bagi para warga binaan.
Plt. Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, Jumadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan fungsi pemasyarakatan sebagaimana arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pembinaan kerohanian.
“Paskah adalah momen penting bagi saudara-saudara kita yang Nasrani. Meskipun mereka berada di dalam rutan, hak mereka untuk beribadah tetap kami penuhi. Harapannya, melalui kegiatan ini, warga binaan dapat memperkuat iman dan semangat hidupnya, serta termotivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Jumadi.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan secara virtual tidak mengurangi kekhusyukan ibadah, sekaligus menjadi wujud adaptasi layanan berbasis teknologi yang dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan semangat transformasi kelembagaan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rutan Kelas IIB Ponorogo terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kepada warga binaan, termasuk dalam aspek keagamaan. Melalui kegiatan seperti ibadah Paskah ini, diharapkan warga binaan mendapatkan bekal spiritual yang kokoh untuk menjalani proses reintegrasi sosial secara utuh.(Hum/Red)

