PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Taman Kota Jeruksing Ponorogo, yang seharusnya menjadi oasis keindahan dan kenyamanan, kini dalam kondisi yang memprihatinkan. Lampu hias yang pecah dan pagar besi yang patah menjadi saksi bisu atas ketidakpedulian yang terjadi.
Terletak di pinggir jalan utama yang menghubungkan pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo, taman ini seakan kehilangan identitasnya sebagai ruang publik yang layak. Ironisnya, taman ini berada tidak jauh dari beberapa kantor instansi pemerintah daerah.
Pantauan media menunjukkan bahwa taman ini kini lebih mirip dengan lahan yang terlantar daripada taman kota. Meski masih terdapat area bermain dan tanaman hias, namun kondisi kumuh dan kurangnya perawatan membuatnya jauh dari kata nyaman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo, Gulang Winarno, mengakui bahwa pihaknya terkendala anggaran untuk melakukan pembenahan.
“Anggaran kami sangat terbatas, bahkan untuk pos perawatan taman tidak tersedia. Kami hanya bisa mengusulkan ke atasan,” ungkap Gulang, Selasa (23/4/2024).
Meski demikian, terungkap bahwa anggaran yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup pada tahun ini mencapai Rp 21 miliar. Sedangkan fokus perawatan taman hanya pada aspek kebersihan saja.
Dinas Lingkungan Hidup tidak hanya bertanggung jawab atas Taman Kota Jeruksing, tetapi juga taman-taman lain yang bahkan berada di perbatasan kabupaten. Dengan keterbatasan anggaran yang menjadi penghalang utama, masyarakat Ponorogo hanya bisa bertanya-tanya, bagaimana nasib ‘Kota Reog’ jika taman-taman kota tidak mendapatkan perhatian yang layak.(DNY)

