NGAWI, TEROPONGNUSA.COM – Banjir bercampur lumpur akibat luapan Sungai Sawur menggenangi beberapa rumah warga di Dusun Tempursari Timur, Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, pada Minggu malam (25/2/2024). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Banjir lumpur ini terjadi karena hujan deras yang melanda Ngawi sejak sore hari. Debit air Sungai Sawur melampaui batas dan membawa lumpur serta sampah ke permukiman warga. Sebanyak 15 rumah warga terendam lumpur setinggi 30-50 cm.
Anggota Polsek Mantingan bersama personel Koramil Mantingan dan warga sekitar langsung bergerak cepat untuk membersihkan lumpur yang masuk ke rumah warga. Mereka menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, sapu, dan ember.
Kapolsek Mantingan AKP Agus Andi Agus P. mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas tentang luapan Sungai Sawur. Ia langsung memerintahkan anggotanya untuk mendatangi lokasi dan membantu warga yang terdampak.
“Kami bersama TNI dan warga bahu-membahu membersihkan lumpur yang masuk ke rumah warga. Kami juga mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi banjir susulan,” ujar AKP Agus.
Sementara itu, Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Iptu Dian menyampaikan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Ia juga mengapresiasi kerja sama antara Polisi, TNI, dan warga dalam penanganan bencana.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Hanya kotoran berupa lumpur yang memasuki beberapa rumah warga. Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI dan warga yang telah bersinergi dengan Polisi dalam membersihkan lumpur. Hari ini kerja bakti dilanjutkan kembali, agar rumah warga dan lingkungan yang terdampak luapan lumpur benar-benar bersih,” tutur Iptu Dian.
Salah satu warga yang rumahnya terdampak banjir lumpur, Supardi (56), mengaku senang dengan bantuan yang datang dari Polisi, TNI, dan warga sekitar. Ia berharap bencana ini tidak terulang lagi.
“Alhamdulillah, berkat kedatangan dan bantuan dari pak polisi, pak tentara, juga warga sekitar, maka lumpur bisa segera disingkirkan, dan kami bisa tidur dengan nyaman. Hari ini (Senin) dilanjutkan kembali bersih-bersihnya. Mudah-mudahan ini yang terakhir, tidak ada lagi banjir lumpur seperti ini,” ucap Supardi.(ASH)

