30.4 C
Madiun
Minggu, Maret 3, 2024

Kunjungi Pasar Kawak, Inda Raya Tampung Keluhan Pedagang

TEROPONGNUSA.COM | KOTA MADIUN – Wakil Wali Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri mengaku bangga dengan penampilan Pasar Kawak (lama) yang berada di Jalan Kutai, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman.

Betapa tidak, pasar yang dulunya kumuh kotor, bau dan kurang tertata itu sekarang telah berubah menjadi lebih modern dan bersih. Sebab pasar tersebut telah direvitalisasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, dimana tujuannya untuk meningkatkan daya tarik dan kenyamanan pasar tradisional.

“Alhamdulillah sudah tertata dengan baik penjualnya, kemudian juga lebih rapi lebih bersih atapnya juga modern dan pasti akan jauh lebih kuat dan tahan lama karena tidak terbuat dari kayu,” ujar Inda Raya, Minggu (14/1/2024) pagi saat mengunjungi pasar itu.

Inda Raya juga menemukan adanya keluhan dari para pedagang seafood, daging, dan daging ayam tentang tidak adanya saluran pembuangan air untuk mereka mencuci dagangannya.

“Karena memang diinginkan oleh Pemerintah Kota Madiun supaya tidak terlihat becek, tidak terlihat kumuh dan juga mungkin mengurangi risiko-risiko pengunjung kepleset,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa hal tersebut justru menimbulkan bau karena para pedagang harus menampung air kotor terlebih dahulu sebelum membuang ke saluran yang besar. Ia berharap Pemkot Madiun dapat mengevaluasi dan memperbaiki masalah tersebut.

“Ini bisa menjadikan evaluasi untuk kami (Pemkot Madiun-red) terkait dengan pembuangannya,” tuturnya.

Selain itu, Inda Raya berharap pasar kawak dapat menjadi pasar percontohan yang bersih walaupun tradisional. Ia juga mengusulkan agar pasar tersebut dapat mengangkat digitalisasi, seperti pembayaran melalui QRIS atau cashless.

“Karena seperti yang kita tahu bahwa tidak semua pengunjung atau tidak semua orang yang belanja ke pasar itu mungkin membawa uang cash, bisa saja mereka hanya membawa handphone. Jadi ke depan bisa diwacanakan untuk menjadi pasar digital yang menggunakan pembayaran cashless,” ungkapnya.

Setelah berkeliling pasar, ia pun menyempatkan diri untuk menikmati kuliner khas Madiun, seperti soto, grontol, getuk, tiwul, jamu, lopes, botok, dan nasi jagung. Ia mengaku puas dengan rasa dan harga yang terjangkau.

“Tadi kita sudah makan banyak banget, makan soto yang enak banget di pojokan, terus kita beli grontol, beli getuk, beli tiwul, beli jamu, beli lopes, beli botok, dan nasi jagung,” bebernya.

Sebagai bentuk responsif Pemkot Madiun terhadap aspirasi pedagang, Wakil Wali Kota Madiun perintahkan DPUPR untuk membuat saluran tambahan.

Ia berharap saluran tersebut dapat membantu pedagang menjaga kebersihan dan kesehatan dagangannya.

“Kami mendengar keluhan pedagang kemarin (Minggu) bahwa mereka kesulitan mencuci dagangannya karena tidak ada saluran pembuangan. Kami langsung perintahkan DPUPR untuk membuat saluran tambahan. Alhamdulillah sudah selesai dan hari ini saya cek langsung ke lokasi,” ujar Inda Raya, Senin (15/1/2024).

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
21,600PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru