27.1 C
Madiun
Kamis, Februari 22, 2024

Usai Diregrouping, Kondisi Gedung SDN Sukowidi Memprihatinkan


 

TEROPONGNUSA.COM | MAGETAN – Setelah
diregrouping oleh pemerintah, kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN)
Sukowidi, Kecamatan Nguntoronadi sangat memprihatinkan.

 

Berdasarkan pantauan, di halaman SDN tersebut
banyak ditumbuhi ilalang dan dipenuhi dedaunan kering, bahkan dindingnya sudah
mulai kusam dan catnya mengelupas.

 

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
(Dikpora) Kabupaten Magetan melalui Kepala Bidang Sekolah Dasar, Suroso,
mengakui bahwa gedung SDN tersebut memang tidak dimanfaatkan kembali karena
berbagai alasan. Meskipun demikian, pihaknya menegaskan sebagian besar gedung
sekolah yang terkena regrouping lainnya sebenarnya tetap dimanfaatkan, seperti
untuk kegiatan pendukung sekolah satu kawasan, ataupun digunakan untuk kegiatan
masyarakat desa setempat.

 

“Tidak semua gedung itu nganggur, karena
sebagian besar dimanfaatkan kembali untuk kepentingan masyarakat, seperti
misalnya untuk kegiatan pendukung sekolah satu kawasan ataupun untuk kegiatan
desa,” kata Suroso, Jumat (21/5/2021).

 

Dijelaskan Suroso, sesuai data terakhir yang
dimilikinya pada tahun 2020 terdapat 41 sekolah dasar yang masih aktif dari
total sebelum diregrouping sebanyak 83 sekolah.

 

“Di data kami pada 2020 terdapat 41 sekolah
yang masih aktif dari jumlah semula sebelum diregrouping 83 sekolah,”
ungkapnya.

 

Sementara dari 42 sekolah yang diregrouping
dan diketahui tidak digunakan sama sekali, pihaknya tidak melarang bilamana ada
pemerintah desa yang ingin memanfaatkan. Mengingat, tanah yang menjadi lokasi
sekolah adalah milik pemerintah desa dan hanya gedungnya saja yang menjadi aset
pemerintah kabupaten.

 

“Karena itu tanahnya milik desa, dan
diketahui gedungnya nganggur kami tidak melarang jika pihak desa ingin
memanfaatkannya, asalkan ada komunikasi dengan kami itu boleh-boleh saja,”
pungkas Suroso.

 

Di tempat terpisah, Ketua Komisi Nasional
Pendidikan (Komnasdik) DPD Magetan, Imam Yudhianto, SH, SE, MM, menyatakan
keprihatinannya melihat kondisi gedung SD yang mangkrak dan tidak terurus
tersebut. Dirinya mendesak agar Bupati Magetan melalui Dinas Pendidikan Pemuda
dan Olahraga melakukan Identifikasi dan assesment di lapangan.

 

“Mubadzir kalau tidak digunakan.
Seyogyanya Bapak Bupati langsung turun melihat kondisinya ke lapangan.
Melakukan rembug dengan UPTD dan Pemerintah Desa atau Kelurahan setempat. Yang
jelas, harus ada solusi terkait pemeliharaan dan juga penggunaannya,” ujar
Imam.

 

Terkait pengggunaan, Komnasdik menyarankan
agar Dinas Pendidikan membuka peluang kerja sama penggunaannya dengan Desa atau
Kelurahan, Pendidikan Luar Sekolah, Lembaga Pelatihan Usaha, Komunitas Pemuda
dan Olahraga atau pihak ketiga yang sejalan dengan tujuan pendidikan.

 

“Kami berharap agar gedung-gedung
tersebut segera bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Jangan sampai ambruk dan rusak karena tidak ada yang merawat. Intinya harus
berbasis publik, diputuskan dengan musyawarah dan bermanfaat positif bagi masyarakat
sekitar,” ungkapnya.

 

Imam menambahkan, untuk mencegah kemungkinan
terjadinya regrouping ke depan, para pemangku kebijakan perlu melakukan
re-strategi marketing dalam penerimaan murid baru.

 

“Sekolah milik Pemerintah tidak boleh
kalah dengan swasta. Bukankah dukungan anggaran lebih dari cukup, belum lagi
guru-gurunya juga bersertifikasi. Jadi semua harus sebanding antara penerimaan
kesejahteraan dengan hasil kinerja di lapangan,” tukasnya.

 

“Kepala Sekolah dan Guru harus lebih
kreatif dalam mempromosikan sekolahnya. Selain sekolah harus kaya prestasi,
juga perlu pendekatan kepada masyarakat sekitar. Menyampaikan keunggulan lokal
yang menarik kepada orang tua, bahkan kalau perlu Guru harus aktif dalam
e-literasi dan mengekspos semua kegiatan sekolah secara online. Agar mudah
diakses oleh masyarakat secara umum. Dan biasanya sekarang yang dicari adalah
sekolah yang berbasis religius. Jadi sekolah negeri mau tidak mau harus
menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” pungkas Imam.

 

Reporter: Denny Rubi

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
21,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru