27.1 C
Madiun
Kamis, Februari 22, 2024

Antisipasi Wajib Pajak ‘Nakal’, Polda Jatim dan Ditjen Pajak Bentuk Tim

 

TEROPONGNUSA.COM
| SURABAYA
– Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Jumat
(16/4/2021) pagi, menerima audiensi dari Ditjen Pajak Provinsi Jatim di Gedung
Tribrata lantai 2 Mapolda Jawa Timur.

 

Hadir
dalam pertemuan itu Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko
bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim. Sementara dari Ditjen pajak hadir
Kabid Pemeriksaan Penagihan, Intelijen, Penyidikan Jatim I, Kabid Pemeriksaan,
Penagihan, Intelijen Jatim II, Kabid Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen Jatim
III dan Supervisor Pemeriksa Pajak.

 

Wakapolda
Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyebutkan, untuk
mengantisipasi wajib pajak yang ‘nakal’ ke depan mungkin bisa dibentuk tim
antara Polda Jatim dan Ditjen Pajak. Sehingga, nantinya kerjasama ini bisa mengamankan
penerimaan pajak di Indonesia khususnya di Jawa Timur.

 

“Banyak
cara yang dilakukan wajib pajak untuk menghindari pajak, sehingga ke depan kita
bentuk tim antara Polda Jatim dan Ditjen Pajak,” jelas Wakapolda Jatim,
Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, saat menerima audiensi dari Ditjen Pajak,
Jumat (16/4/2021) pagi.

 

Sementara
itu Ashari, Kabid Pemeriksaan Penagihan, Intelijen, Penyidikan Jatim I
menyebutkan, bahwa pihaknya berterima kasih kepada Polda Jatim yang telah
menerima audiensi dari Ditjen Pajak Jatim.

 

“Harapan
kami kerjasama lebih luas dalam rangka pengamanan penerimaan kami, dan
pengamanan penegakan hukum bagi wajib pajak,” ungkap Ashari, Kabid
Pemeriksaan Penagihan Intelijen Jatim I.

 

Ditambahkan
oleh Irawan, Kabid Pemeriksaan Penagihan Intelijen Jatim II menyatakan, bahwa
kerjasama dengan Polri (Polda Jatim) ini sangat baik selama empat tahun
terakhir. Ini dibuktikan selalu mendapat penghargaan untuk penyidikan.

 

Selain
itu, saat ini banyak wajib pajak ‘nakal’ dimana mereka selalu berusaha untuk
mempailitkan perusahaannya untuk menghindari membayar pajak. Sehingga butuh
kerjasama antara Ditjen Pajak dengan Polda Jatim.

 

“Tugas
kami ada di pemeriksaan, penagihan dan intelijen. Kami sering mendapatkan
kesulitan pada saat penagihan, sehingga butuh kerjasama dengan Polda Jatim
untuk mengantisipasi wajib pajak yang nakal,” pungkasnya.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
21,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru