31.2 C
Madiun
Sabtu, April 13, 2024

Panen Madu di Bukit Thuksono Sebagai Bukti Potensi Alam Magetan

 


TEROPONGNUSA.COM | MAGETAN – Di Bukit
Thuksono, Dukuh Candi, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, terlihat bukti bahwa alam
di wilayah Kabupaten Magetan menyimpan potensi yang membanggakan.

 

Betapa
tidak, setelah menanti selama kurang lebih 15 hari atau tepatnya pada hari
Sabtu (9/1), komunitas Peternakan Lebah Madu Gimbal yang menamai produknya Madu
Ndoro berhasil memanen madu kali pertamanya.

 


 

Dari
total  sekitar 500-an kotak, diperkirakan
dalam panen tersebut akan menghasilkan madu sebanyak kurang lebih 6 Kuintal.

 

Sementara
untuk proses panennya sendiri dimulai dengan pengangkatan bilah papan di dalam
kotak yang kemudian ditaruh pada alat peniris madu manual. Dan setelah itu barulah
disaring ke dalam drum-drum penampungan.

 


 

Salah
satu anggota komunitas, Baiquni, mengatakan awal mula usaha peternakan madu di
lokasi ini adalah sebagai uji coba, namun setelah melihat hasilnya ternyata
tidak mengecewakan.  

 

“Kita
mulai bawa ke sini itu karena ingin uji coba bahwa di lereng lawu bisa atau
tidak. Namun setelah dinanti 15 hari lebih ternyata hasilnya lumayan,” ucap
Baiquni.

 


 

Keberhasilan
itu pun mengundang perhatian jajaran pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten
Magetan. Seperti misalnya Sekda Hergunadi yang turut menghadiri acara panen
madu tersebut. Melalui dirinya, pemerintah berharap lokasi peternakan madu di
Bukit Thuksono ini bisa dijadikan sebagai wisata edukasi.

 


 

“Pemerintah
berharap ini bisa dijadikan wisata edukasi. Dari informasi ini kan ada 500 an
kotak, maka dari itu nanti bisa bergiliran pemanenannya sehingga anak-anak
sekolah sejak awal bisa dididik cara beternak lebah yang madunya sangat
bermanfaat bagi kesehatan,” ungkap Sekda Hergunadi.

 

Sementara
itu pejabat lain yang turut hadir yakni Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
(Disparbud), Joko Trihono. Ia mengatakan jika melihat dari keberadaan
peternakan lebah madu tersebut setidaknya ada dua kepentingan yang bisa
dilakukan yakni menyambungkan antar wisata dan juga ikut membantu pemasaran
madunya.

 

“Setidaknya
ada dua kepentingan yang dapat dipetik yakni bagaimana mengkonekkan wisata satu
dengan yang lainnya serta ikut berusaha memasarkan madunya,” papar Joko
Trihono.

 

Reporter:
Denny Rubi (NYR)

 

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
21,600PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru