27.1 C
Madiun
Kamis, Februari 22, 2024

PPWI Menolak Tegas Putusan Hakim Atas 4 Wartawan Online

(Wilson Lalengke bersama rekan usai ikuti persidangan)


TEROPONGNUSA.COM,
JAKARTA
– Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyatakan menolak tegas putusan
atau vonis majelis hakim PN Jakarta Barat atas 4 orang wartawan media online
BidikFakta.Com, Senin, 2 November 2020. Wilson sangat menyayangkan putusan
hakim yang menghukum keempat orang wartawan itu masing-masing 10 bulan kurungan
penjara.

 

Usai
menyaksikan persidangan putusan hakim tersebut, Wilson mengatakan kepada awak
media bahwa keputusan hakim tidak sejalan dengan harapan dari PPWI dan kalangan
jurnalis. “Itu keputusan hakim jelas bertentangan dengan keinginan kita,
harapan kita tadinya hakim bisa membebaskan keempat orang wartawan online
bidikfacta.com tersebut. Karena pada kenyataannya, apa yang dilakukan
teman-teman kita ini adalah murni investigasi untuk kepentingan pemberitaan,”
ujar Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012.

 

Sebaliknya,
kata Wilson, pemerintah seharusnya berterima kasih kepada rekan-rekan wartawan
online tersebut. Sebab melalui kegiatan investigasi yang mereka lakukan,
hal-hal yang terkait dengan penyalahgunaan KJP atau keuangan negara dan
perilaku kriminal dari warga masyarakat dapat diketahui dan dibereskan.

 

Ketika
ditanyakan apa langkah selanjutnya dari PPWI, Wilson menyatakan akan melakukan
proses banding. “PPWI akan melakukan perlawanan, apapun hasilnya nantinya.
Karena dalam persoalan ini, hakim yang menyidangkan kasus ini tidak mengacu
kepada fakta-fakta persidangan. Dari keterangan semua saksi, baik korban, suami
korban, maupun lainnya, jelas-jelas keempat wartawan ini tidak meminta uang,
tidak menerima uang, tidak tahu-menahu soal penerimaan uang. Justru 3 aktor
intelektual dan pelaku pemerasan itu dibiarkan buron, tidak ditangkap,” jelas
Wilson terlihat kesal.

 

Jebolan
pascasarjana bidang Global Ethics dari Universitas Birmingham, Inggris, sangat
menyayangkan kualitas hakim pengadilan yang tidak bermutu dan tidak bijaksana
dalam kasus ini. “Kita sangat menyayangkan bahwa hakim yang semestinya memiliki
kemampuan intelektual yang baik dalam menilai fakta-fakta persidangan, namun
menunjukkan kebobrokan pemikiran yang sesat (dalam memutus kasus ini – red),”
simpul Wilson mengakhiri.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
21,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru