25 C
Madiun
Rabu, Juli 22, 2026

HKTI Ponorogo Siapkan Ekosistem Pertanian Terintegrasi dengan MBG

PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Ponorogo telah resmi membentuk kepengurusan. Di bawah komando Ketua HKTI H. Sugeng Hariyono atau Sugeng Srikandi, organisasi ini menegaskan dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai langkah nyata, HKTI Ponorogo menyiapkan demplot kedelai seluas 5 hektar di Desa Manuk, Kecamatan Siman. Program ini menjadi pilot project menuju swasembada kedelai, komoditas yang selama ini masih bergantung pada impor.

Sugeng Hariyono (Ketua HKTI Ponorogo)

“Kita mulai dari Ponorogo, dengan demplot sebagai model awal. Harapannya bisa direplikasi di daerah lain,” ujar Sugeng, Selasa (21/7/2026).

HKTI tidak hanya menargetkan produksi, tetapi juga membangun ekosistem dari hulu hingga hilir. Benih kedelai unggul akan digunakan untuk menjamin kualitas dan produktivitas. Hasil panen nantinya diarahkan tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga membuka peluang ekspor.

Selain itu, HKTI memetakan kolaborasi antara petani, peternak, dan Himpunan Mitra Dapur (HMP) sebagai bagian dari rantai pasok MBG. Skema ini memastikan hasil pertanian terserap untuk kebutuhan dapur MBG, sehingga petani memiliki kepastian pasar.

“Petani menanam tidak ragu karena ada kepastian distribusi. Harga juga kita dorong tetap stabil,” tegas Sugeng.

Sugeng menekankan pentingnya keseimbangan antara produsen dan konsumen. Harga yang terlalu rendah merugikan petani, sementara harga tinggi memberatkan masyarakat. Karena itu, stabilitas harga dan kepastian distribusi menjadi fokus utama HKTI Ponorogo.

HKTI Ponorogo diperkuat sekitar 40 pengurus lintas sektor, mulai dari padi hingga hortikultura. Jaringan pengurus tersebar di hampir seluruh kecamatan, memudahkan koordinasi dan pelaksanaan program. Dengan struktur ini, HKTI optimistis mempercepat realisasi program strategis pertanian.

Sugeng menegaskan, semangat membangun kemandirian pangan sejalan dengan perhatian pemerintah pusat terhadap kesejahteraan petani.

“Harapan kita sederhana, petani sejahtera, produksi meningkat, dan ketahanan pangan nasional benar-benar kuat,” ujarnya.

Dengan dimulainya demplot kedelai di Manuk Siman, HKTI Ponorogo menargetkan lahirnya model pertanian terintegrasi dan berkelanjutan. Jika berhasil, program ini akan menjadi solusi lokal sekaligus inspirasi nasional menuju swasembada kedelai.(DR)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru