MAGETAN, TEROPONGNUSA.COM – SMP Negeri 1 Poncol (SNESPO) menggelar kegiatan Puncak Kokurikuler Lintas Mata Pelajaran yang melibatkan Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melalui kegiatan Manasik Haji SNESPO 1447 H, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam memperkuat karakter religius peserta didik sekaligus menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII, sebanyak kurang lebih 415 siswa, berlangsung dengan penuh semangat dan antusias. Sebanyak 11 guru pembimbing turut mendampingi jalannya kegiatan agar berjalan tertib, aman, dan memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi seluruh peserta.
Pelaksanaan Manasik Haji ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, di antaranya Kantor Urusan Agama (KUA) Poncol dengan menurunkan 8 personel pendamping, Polsek Poncol, Kelurahan Alastuwo, Kecamatan Poncol, serta kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Alastuwo Poncol sebagai lokasi utama kegiatan.
Supardi, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Poncol, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simulasi ibadah haji, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter yang sangat penting bagi siswa.
“Melalui Manasik Haji ini, siswa tidak hanya belajar tentang tata cara ibadah haji secara praktik, tetapi juga dibentuk karakter religiusnya. Mereka belajar tentang disiplin, ketertiban, kebersamaan, kerja sama, solidaritas, dan kekompakan dalam satu kloter. Nilai-nilai inilah yang sangat penting untuk membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dibagi ke dalam beberapa kloter layaknya jamaah haji sesungguhnya. Mereka menjalani rangkaian manasik mulai dari niat ihram, wukuf, mabit, melempar jumrah, tawaf, sa’i, hingga tahallul. Seluruh rangkaian dilakukan dengan bimbingan langsung dari petugas KUA Poncol agar siswa memahami makna ibadah haji secara lebih mendalam.
Selain aspek religius, kegiatan ini juga melatih fisik dan mental siswa melalui keterlibatan aktif dalam seluruh proses kegiatan. Dari sisi PJOK, siswa dilatih ketahanan fisik, kedisiplinan gerak, dan kebugaran. Dari sisi TIK, dokumentasi dan publikasi kegiatan menjadi bagian pembelajaran berbasis teknologi yang mendukung keterampilan abad ke-21.
Kehadiran Polsek Poncol, pemerintah Kelurahan Alastuwo, serta Kecamatan Poncol semakin memperkuat sinergi antara sekolah dengan masyarakat dan instansi sekitar dalam mendukung pendidikan karakter siswa.
Suasana kebersamaan tampak begitu kuat sepanjang kegiatan berlangsung. Siswa saling membantu, menjaga kekompakan kelompok, dan menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi. Hal ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di luar kelas mampu memberikan pengalaman nyata yang membentuk karakter lebih kuat dibandingkan pembelajaran teoritis semata.
Dengan suksesnya kegiatan Puncak Kokurikuler Lintas Mapel Manasik Haji SNESPO ini, diharapkan seluruh siswa semakin memiliki pemahaman keagamaan yang baik, semangat kebersamaan yang tinggi, serta mampu menerapkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
SNESPO terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter unggul menuju generasi yang cerdas, religius, dan berintegritas.(Red)

