PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, peserta Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyelenggarakan kegiatan pembinaan kreatif bagi warga binaan perempuan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Ponorogo, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kunjungan tersebut diikuti oleh 19 warga binaan perempuan dengan penuh antusias.
Acara diawali dengan pembukaan yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Ibu Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat emansipasi perempuan. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Rutan Ponorogo.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pembuatan totebag kanvas, mulai dari konsep desain hingga teknik pewarnaan. Setelah itu, dilakukan pembagian alat dan bahan kepada seluruh peserta. Kegiatan utama berupa kreasi totebag kanvas menjadi momen yang paling dinantikan, di mana para warga binaan menuangkan kreativitas mereka melalui desain dan warna yang beragam, dengan pendampingan langsung dari peserta magang.
Nindi, peserta Maganghub Kemenaker, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pemberdayaan perempuan.
“Melalui momen Hari Kartini ini, kami ingin berbagi semangat dan keterampilan kepada warga binaan perempuan. Harapannya, kegiatan sederhana seperti kreasi totebag ini bisa menjadi bekal positif, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membuka peluang bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,” ujar Nindi.
Suasana hangat dan interaktif terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Setelah sesi istirahat singkat, acara dilanjutkan dengan pemutaran film berdurasi sekitar 45 menit yang mengandung pesan inspiratif.
Handayani, Petugas Pengamanan Blok Wanita Rutan Ponorogo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari peserta Maganghub Kemenaker yang telah menghadirkan kegiatan positif bagi warga binaan perempuan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga mampu menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, serta memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Handayani.
Kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi singkat, doa bersama, serta dokumentasi sebagai bentuk kenangan dan evaluasi kegiatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Kartini dapat terus hidup dalam diri setiap perempuan, termasuk warga binaan, untuk tetap berkarya, mandiri, dan memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik.(Hum/Red)

