PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Ponorogo menegaskan tidak ditemukan anomali transaksi terkait keluhan seorang nasabah di Ponorogo yang mengaku saldo tabungannya berkurang hingga Rp8 juta menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Branch Service Manager BNI Cabang Ponorogo, Rudy Siswanto, menyatakan seluruh transaksi pada 15 Maret 2026 tercatat berjalan normal.
“Tidak ditemukan adanya transaksi mencurigakan, pending, maupun pengurangan saldo secara sepihak oleh bank,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Nasabah berinisial WA sebelumnya mengeluhkan saldo rekeningnya menyusut setelah beberapa kali gagal melakukan penarikan tunai di mesin ATM. Rudy menjelaskan, kegagalan transaksi bisa dipicu faktor teknis seperti kaset ATM kehabisan uang, gangguan jaringan komunikasi, atau kendala mekanis.
BNI menerapkan standar layanan dengan batas maksimal kegagalan transaksi sebesar 0,5 persen. Jika terlampaui, bank akan melakukan evaluasi dan perbaikan sistem. Nasabah yang mengalami kendala diminta segera melapor ke kantor BNI atau menggunakan layanan S-Print untuk mencetak mutasi rekening.
WA mengaku sempat terdapat selisih sekitar Rp2 juta yang belum kembali. Namun, pada 23 Maret 2026 saldo tersebut telah dikembalikan seluruhnya dan transaksi dinyatakan selesai lebih cepat dari perkiraan proses penyelesaian.(DR)

