TULUNGAGUNG, TEROPONGNUSA.COM – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar upacara adat Bersih Nagari sebagai puncak peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung, Selasa (18/11). Acara berlangsung khidmat dan meriah, dipusatkan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
Prosesi kirab Pataka Panji Lambang Daerah menjadi sorotan utama, dimulai dari halaman Kantor Bupati menuju pendopo. Barisan kirab menampilkan formasi kasepuhan, permadani dan wimbasara, seni budaya daerah, drumband tradisional, serta rombongan simbolik seperti raja dan ratu, cucuk lampah, pembawa tombak, hingga buceng lanang dan buceng wadon.
Kirab dipimpin langsung oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., didampingi Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., dan jajaran Forkopimda beserta istri dengan menaiki kereta kuda. Para kepala OPD dan camat turut serta dengan becak hias.
Di pendopo, prosesi diawali dengan pembacaan sejarah berdirinya Kabupaten Tulungagung. Ketua DPRD Marsono, S.Sos., menyerahkan Pataka Lambang Daerah kepada Bupati sebagai simbol estafet kepemimpinan dan semangat pembangunan.
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo mengajak masyarakat meneladani semangat prajurit Lawadan yang tercatat dalam prasasti bertanggal 18 November 1205. Ia menekankan pentingnya usaha, ikhtiar, dan pengorbanan dalam mencapai keberhasilan, mengutip falsafah Jawa “Jer Basuki Mawa Beya”.
“Kasembadaning gegayuhan mbetahaken pambudidaya tuwin pangorbanan,” ujarnya.
Bupati juga menekankan nilai gotong royong dan pentingnya menjauhi sifat iri serta dengki demi mewujudkan Tulungagung yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa, wilujengan, pemotongan tumpeng, serta penyerahan tumpeng dari Bupati kepada Wakil Bupati dan Ketua DPRD. Buceng lanang dan buceng wadon kemudian diarak menuju gerbang untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol keberkahan dan kebersamaan.(Har/Red)

