27.3 C
Madiun
Kamis, April 23, 2026

Puncak HUT SMPN 1 Ponorogo: Wayang Kulit, Religiusitas, dan Kebersamaan

PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Pagelaran wayang kulit memukau masyarakat dan tamu undangan dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 SMP Negeri 1 Ponorogo, Jumat malam (8/8/2025). 

Bertempat di halaman sekolah, pertunjukan seni tradisional ini menampilkan dalang kondang H. Sukron Suwondo dengan lakon “Wahyu Waskitha Langgeng”, serta dua dalang cilik berbakat, Arganata Prayudyatama dan Dewangga Risang Probo Aji, yang membawakan lakon “Dewa Ruci”.

Acara yang berlangsung semarak itu dihadiri oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Plt. Kepala SMPN 1 Ponorogo Imam Saifudin, S.Pd., M.Or., Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, para kepala sekolah SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Ponorogo, serta perwakilan Forkopimcam.

Dalam sambutannya, Imam Saifudin menyebut pagelaran wayang kulit sebagai puncak dari rangkaian kegiatan HUT yang telah berlangsung sejak 4 Agustus. 

“Kami awali dengan Khotmil Quran dan donor darah, dilanjutkan bakti sosial di Desa Munggung dan Desa Wayang, serta upacara bendera pada 6 Agustus. Malam ini adalah tasyakuran sekaligus penutup rangkaian kegiatan,” ujarnya.

Mengusung tema “Mengabdi, Mengukir Prestasi, Membangun Karakter Religius dan Berbudaya Adiluhung Menuju Ponorogo Hebat”, peringatan HUT ke-79 ini juga menjadi momentum pelestarian budaya lokal.

Bupati Sugiri Sancoko dalam sambutannya mengapresiasi sejarah panjang SMPN 1 Ponorogo yang berdiri sejak 1946, setahun setelah Indonesia merdeka. 

“Sekolah ini diinisiasi oleh Pak Kamil, Pak Suryo, dan Pak Parwoto. Sudah banyak alumni hebat lahir dari sini,” katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa kehebatan SMPN 1 Ponorogo tidak mengurangi apresiasi terhadap sekolah lain di wilayahnya. 

“Semua sekolah di Ponorogo hebat. Sekolah harus menjadi kawah candradimuka untuk membentuk mental spiritual, SDM, karakter kebangsaan, dan budaya,” tegasnya.

Pagelaran wayang kulit resmi dimulai setelah Bupati menyerahkan wayang kepada dalang sebagai simbol pembukaan. Penonton tampak antusias menyaksikan pertunjukan yang menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya adiluhung khas Ponorogo.(DNY)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru