28.9 C
Madiun
Kamis, April 30, 2026

Operasi Katarak Gratis di Magetan Warnai Hari Lanjut Usia Nasional 2024

MAGETAN, TEROPONGNUSA.COM – Dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), Kementerian Sosial RI melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung menggelar bakti sosial operasi katarak gratis bagi warga lanjut usia Kabupaten Magetan, Sabtu (29/6/2024).

Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Margo Wiyono, menyampaikan operasi katarak gratis yang berlangsung di RSUD dr. Sayidiman Magetan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya yang masuk kategori tidak mampu.

“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang menderita mata katarak khususnya bagi yang tidak mampu. Untuk jumlahnya ada 58 orang semuanya masuk DTKS,” kata Margo.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan kali ini bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur. Selain itu juga RSUD dr. Sayidiman, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Magetan.

“Ini adalah yang pertama kalinya di Magetan. Tujuannya mencegah lansia mengalami kebutaan. Mereka juga kami berikan bantuan sembako dan uang transpot,” sambungnya.

Bersamaan dengan operasi katarak pihaknya juga memberikan bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa modal kewirausahaan, seperti barang dagangan, mesin jahit, hingga alat memasak.

Bahkan juga bantuan kaki dan tangan palsu, alat bantu dengar, kursi roda anak serta peralatan sekolah dan sembako anak.

Pj Bupati Magetan, Hergunadi, menyampaikan terimaksih kepada Kemensos yang telah memberikan bantuan kepada warganya. Ia berharap, semua bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi penerima maupun masyarakat sekitarnya.

“Kami sangat berterimakasih telah dibantu. Kami berharap ini bisa bermanfaat bagi para penerima dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Budi Parminto, menjelaskan, awalnya jumlah lansia yang menderita katarak ada 123 orang. Namun setelah dilakukan skrining ternyata hanya ada 58 orang.

“Yang terdata ada 123 lansia. Dan setelah dilakukan skrining yang hadir hanya 115, karena telah melakukan operasi sendiri,” jelas Budi.

Kemudian, dari 115 tersebut kembali dilakukan skrining lebih dalam lagi termasuk tingkat keparahan dan akhirnya didapati hanya 58 orang.(DNY)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru