MAGETAN, TEROPONGNUSA.COM – Peringatan Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus merawat ingatan sejarah. Jajaran DPRD Kabupaten Magetan turut membagikan paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat dalam rangkaian kegiatan Napak Tilas Ngupatan 2026, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan sosial tersebut melengkapi agenda tahunan yang dipusatkan di Desa Ngunut, Kecamatan Parang. Selain menjadi ajang mengenang perjalanan sejarah Magetan, Napak Tilas Ngupatan juga menghadirkan semangat kebersamaan antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat.
Lebih dari 2.000 peserta dari berbagai kalangan memadati jalur napak tilas yang menghubungkan Ngunut–Parang–Magetan. Berdasarkan data panitia, sebanyak 2.086 peserta mengikuti perjalanan sejauh 15 kilometer tersebut.
Jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Magetan hadir bersama Bupati Magetan Nanik Sumantri serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pelepasan peserta di titik awal Desa Ngunut dilakukan secara bersama-sama oleh jajaran pemerintah daerah dan pimpinan legislatif.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Suyatno, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan yang memadukan nilai sejarah, olahraga, dan kepedulian sosial tersebut.
Menurutnya, Napak Tilas Ngupatan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antarelemen masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kabupaten Magetan.
Dijelaskannya, Napak Tilas Ngupatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang silaturahmi yang merekatkan nilai kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan legislatif.
“Kami di DPRD tentu sangat mendukung kegiatan positif yang memupuk rasa bangga dan kecintaan terhadap tanah kelahiran ini,” ujar Suyatno.
Ia menilai, keterlibatan berbagai kalangan, termasuk generasi muda, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi napak tilas. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak mengenal kembali perjalanan sejarah daerah yang menjadi bagian dari identitas Magetan.
Suyatno juga mengingatkan pentingnya mewariskan nilai perjuangan para pendahulu kepada generasi penerus, terutama semangat ketangguhan dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Nilai perjuangan para pendahulu harus terus diwariskan kepada generasi penerus, terutama semangat ketangguhan, pantang menyerah, dan keberanian menghadapi berbagai tantangan. Nilai-nilai inilah yang perlu kita jaga sebagai bekal generasi muda dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Magetan,” ujar Suyatno.
Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Sumantri menyampaikan bahwa perjalanan sejauh 15 kilometer tersebut membawa pesan mendalam tentang ketangguhan para pendahulu Magetan ketika menghadapi masa-masa sulit pada kurun waktu 1948 hingga 1951.
Rangkaian peringatan tahun ini juga dimeriahkan dengan Napak Tilas Running Festival 15K yang mengambil titik start di Sirkuit Parang. Kehadiran kegiatan lari tersebut menambah pilihan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam peringatan hari jadi kabupaten.
Di sisi lain, pembagian paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat menjadi wujud kepedulian sosial yang menyertai peringatan bersejarah tersebut. Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Koramil Parang, Desa Joketro, Kecamatan Ngariboyo, hingga Kelurahan Bulukerto.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Napak Tilas Ngupatan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi sarana mengenang sejarah perjuangan Magetan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong dalam membangun daerah.(DR)

