JAKARTA, TEROPONGNUSA.COM – Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKS, Riyono Caping, menegaskan kebutuhan mendesak peternak ayam petelur harus segera dipenuhi, khususnya jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak.
Dalam rapat bersama Asosiasi Peternak Petelur di Komisi IV, Riyono menyampaikan lima aspirasi peternak: harga telur yang belum stabil, kebutuhan jagung, tata kelola peternakan dikembalikan kepada rakyat, harga bungkil kedelai yang terjangkau, serta harapan agar telur masuk dalam program bantuan pangan.
“Harga telur di lapangan masih Rp19.000–Rp21.000 per kilogram, padahal acuan pemerintah Rp26.000. Peternak rugi Rp6.000–Rp7.000 per kilogram sejak Maret hingga Oktober 2026,” ujar Riyono, Rabu (7/10/2026).
Ia menekankan kebutuhan jagung mencapai 221.000 ton untuk periode September 2026–Februari 2027, dengan stok Bulog per Oktober baru 30.000 ton dari alokasi 250.000 ton.
Riyono mendesak agar dalam waktu satu bulan kebutuhan jagung segera dipenuhi, baik melalui serapan dalam negeri maupun impor jika diperlukan.
“Habiskan semua stok yang ada, koperasi peternak harus bisa akses, kekurangan harus dipenuhi,” tegasnya.
Selain itu, Riyono menyoroti perlunya pengendalian tata niaga agar investor besar tidak merugikan peternak kecil. Komisi IV berkomitmen memperjuangkan lima harapan peternak ke eksekutif, termasuk kemungkinan usulan khusus BUMN untuk memproduksi pakan sektor peternakan.(*)

