MAGETAN, TEROPONGNUSA.COM — Pihak kepolisian bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan bergerak mengevakuasi korban dan kendaraan yang tercebur ke Telaga Sarangan akibat amblasnya talud di kawasan wisata tersebut, Sabtu pagi (17/12/2025).
Kapolsek Plaosan, AKP Agus Budi Witarno, mengatakan bahwa usai menerima laporan dari warga, pihaknya segera mengerahkan personel Pos Polisi Sarangan ke lokasi kejadian. Bersama BPBD dan warga sekitar, petugas melakukan evakuasi terhadap korban dan kendaraan yang terseret ke danau.
“Begitu mendapat laporan, anggota kami segera mendatangi lokasi dan bersama BPBD serta warga melakukan evakuasi korban,” ujar AKP Agus.
Peristiwa terjadi di sisi selatan Telaga Sarangan, tepatnya di Dusun Ngluweng, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Seorang wisatawan yang tengah duduk di tepi jalan di atas talud sambil berfoto dan berbincang tiba-tiba terperosok saat tanah yang dipijaknya amblas ke arah danau. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri, namun tanah kembali runtuh dan menyeret tujuh sepeda motor yang terparkir ke dalam telaga.
Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun korban mengalami syok dan telah mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, amblasnya talud diduga akibat kondisi tanah yang tergerus air danau. Titik longsor berada sekitar 70 meter dari tepi jalan kawasan wisata.
Kerugian material ditaksir mencapai Rp30 juta akibat kerusakan tujuh unit sepeda motor yang tercebur ke danau. Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi kendaraan dari dasar telaga.
AKP Agus Budi Witarno mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di kawasan rawan bencana seperti daerah pegunungan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan, terutama di tengah potensi bencana hidrometeorologi yang masih tinggi,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan kawasan wisata yang lebih aman dan tanggap terhadap potensi bencana alam.(DR)

