PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp100 juta kepada sepuluh desa di Kabupaten Ponorogo pada tahun 2025. Dana tersebut difokuskan untuk memperkuat program Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan Desa Berdaya sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Kepala Bidang PKPUEM Sosbud Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Ponorogo, Sopan Nugroho, menjelaskan bahwa BKK bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk investasi untuk mendorong kemandirian desa.
“Dana ini harus dikelola secara transparan dan tepat sasaran. BUM Desa dan Desa Berdaya kami dorong agar menjadi penopang ekonomi warga,” ujarnya.
Untuk BUM Desa, tujuh desa yang menerima dana yakni Baosan Lor, Mojopitu, Nambak, Pulung, Ngindeng, Sekaran, dan Bulak.
Sedangkan tiga desa yaitu Sukosari (Babadan), Wringinanom (Sambit), dan Karangan (Balong), masuk dalam program Desa Berdaya.
Laporan Dinas PMD menunjukkan progres positif dari beberapa BUM Desa. BUM Desa Sapta Utama Mojopitu (Slahung) telah merealisasikan seluruh dana untuk pengembangan toko pertanian, sementara BUM Desa Margo Mulyo Ngindeng (Sawoo) sukses membangun toko kelontong.
Namun, tidak semua desa menunjukkan kemajuan serupa. Baosan Lor (Ngrayun) dan Nambak (Bungkal) tercatat baru merealisasikan di bawah 20 persen dari total dana.
Untuk program Desa Berdaya, dua desa fokus pada budidaya lele sebagai strategi ketahanan pangan, sedangkan Desa Karangan (Balong) mengembangkan sektor wisata dengan wahana permainan anak.
Pemkab Ponorogo telah mengajukan usulan tambahan BKK untuk tahun 2026 kepada Pemprov Jatim. Sebanyak 13 desa diusulkan masuk program BUM Desa dan lima desa lainnya ke program Desa Berdaya.
Sebagai bentuk pendampingan, Pemprov Jatim menggelar workshop penyusunan laporan pertanggungjawaban di Embung Pakel, Desa Patik, Kecamatan Pulung. Kegiatan ini diikuti seluruh kepala desa penerima dan menghadirkan narasumber dari Dinas PMD Provinsi Jawa Timur.
Program BKK diharapkan mampu mendorong desa-desa di Ponorogo untuk “naik kelas” dan menjadi penggerak ekonomi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.(DNY/*)

