PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo kembali menggelar program pembinaan kemandirian bagi warga binaan perempuan. Sebanyak 13 orang WBP mengikuti pelatihan keterampilan membuat tas jali-jali yang berlangsung di Blok Hunian Wanita.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (4/9) ini mendapat sambutan antusias dari para peserta. Mereka tampak aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari menyusun pola, menganyam, hingga merangkai jalinan menjadi produk siap pakai.
Pelatihan tersebut didampingi langsung oleh petugas Rutan serta mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang tengah menjalani program magang. Kehadiran mahasiswa turut memberikan motivasi dan wawasan tambahan bagi warga binaan dalam mengembangkan kreativitas.
Kepala Rutan Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian.
“Kami terus berupaya memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Harapannya, setelah bebas nanti, mereka bisa mandiri dan memiliki keahlian yang dapat digunakan untuk menopang kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Program pelatihan ini tidak hanya bertujuan mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan bermasyarakat pasca-pembebasan.(Hum/Red)

