27.9 C
Madiun
Kamis, Maret 12, 2026

DPRD Kota Madiun Digeruduk Massa, Awalnya Damai Jadi Ricuh

MADIUN, TEROPONGNUSA.COM – Ribuan demonstran yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat umum, dan komunitas ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Madiun, pada Sabtu (30/8/2025). 

Aksi yang awalnya berlangsung damai sempat memanas setelah peserta melemparkan benda ke arah gedung dewan.

Massa menuntut transparansi dan keadilan dalam dua isu utama yakni besarnya tunjangan anggota DPRD Kota Madiun yang dinilai tidak sebanding dengan upah minimum kota (UMK), serta desakan agar aparat mengusut tuntas kematian seorang driver ojol dalam aksi demonstrasi di Jakarta beberapa hari sebelumnya.

“Kita tahu UMK Kota Madiun hanya sekitar Rp2 juta. Tapi tunjangan DPRD bisa mencapai Rp50 juta per bulan. Ini tidak adil dan menyakitkan rakyat,” ujar Haidar, koordinator aksi, dalam orasinya.

Selain isu tunjangan, massa juga menyuarakan keprihatinan atas tewasnya seorang pengemudi ojol saat aksi di Jakarta. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara terbuka.

“Kematian saudara kami di Jakarta harus diusut hingga tuntas. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tambah Haidar.

Pantauan di lokasi menunjukkan aparat kepolisian memperketat penjagaan setelah suasana mulai ricuh. Meski sempat terjadi ketegangan, bentrokan besar berhasil dicegah. Hingga sore hari, ribuan massa masih bertahan di sekitar kantor DPRD dengan pengamanan ketat.

Aksi serupa dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain sebagai bagian dari gelombang protes nasional terhadap kebijakan pemerintah dan DPRD.(NYR)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru