28.3 C
Madiun
Selasa, April 21, 2026

Festival Reog Ponorogo 2025, Dari Palembang hingga Papua Meriahkan Panggung Budaya

PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Ponorogo kembali bergelora semangat budayanya lewat Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke-30 dan Festival Reog Remaja (FRR) ke-21 yang digelar tahun ini. Sebanyak 66 grup tampil dalam festival yang dipusatkan di Alun-alun Ponorogo, sebuah lonjakan besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Yang membuat ajang ini semakin istimewa, peserta datang dari penjuru Indonesia, mulai dari Palembang di barat hingga Waropen, Papua, di timur.

Kepala Disbudparpora, Judha Slamet Sarwo Edi, menyebutkan bahwa membludaknya peserta ini kemungkinan besar dipicu oleh semangat baru setelah Reog Ponorogo resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

“Ini ledakan yang luar biasa. Tentunya ini adalah spirit setelah reog ditetapkan sebagai Intangible Cultural Heritage UNESCO, semangatnya membara, bagaimana semangat untuk melestarikan Reog Ponorogo, semangat untuk nguri-nguri (menjaga) Reog Ponorogo,” kata Judha, Kamis (19/6/2025).

Pembukaan festival dilakukan oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang juga menerima sertifikat resmi dari UNESCO dalam rangkaian Grebeg Suro 2025. Semangat menjaga dan melestarikan Reog kini membara lebih dari sebelumnya.

Uniknya, panitia menerima semua pendaftar tanpa seleksi, sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka yang bahkan menempuh perjalanan jauh dengan dana sendiri. Alhasil, durasi pertunjukan setiap malam pun bertambah, dari delapan grup menjadi hingga 12 grup yang tampil tiap malam.

Festival ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga simbol komitmen dan apresiasi terhadap seni budaya lokal. Untuk FNRP sendiri, jumlah grup naik dari 37 tahun lalu menjadi 41 tahun ini. Sementara itu, FRR yang diikuti pelajar SMP se-Ponorogo juga menunjukkan peningkatan dengan total 24 grup yang tampil.

“Tentunya even ini harus kita jaga bukan sekadar even, tetapi sebagai skema pelestarian Reog Ponorogo agar tidak terancam punah,” ujar Judha.

Dengan energi baru pasca pengakuan UNESCO, Festival Reog Ponorogo 2025 diharapkan tak hanya menjaga eksistensi seni Reog, tetapi juga mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal.(DNY)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru