MAGETAN, TEROPONGNUSA.COM – Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Yosowono Mategal, Agus Dwi Wibisono, menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dalam meningkatkan hasil panen jagung di wilayahnya. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Panen Raya Jagung yang berlangsung di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Selasa (20/5/2025).
Dalam panen raya yang dihadiri jajaran Forkopimda Magetan, Agus menyampaikan kebutuhan utama para petani, yakni penyediaan pupuk, bibit unggul, serta ketersediaan air guna mendukung produktivitas tanaman. Menurutnya, aspek paling krusial adalah penyerapan hasil panen dengan harga eceran tertinggi (HET) yang lebih menguntungkan bagi petani.
“Yang paling penting adalah penyerapan harga dari pemerintah, kalau bisa lebih bagus lagi. Selain itu, dukungan dalam penyediaan pupuk dan bibit unggul akan membantu meningkatkan hasil pertanian,” ujar Agus.
Kegiatan panen raya ini menjadi bukti nyata keberhasilan kerja sama antara masyarakat LMDH dengan Perhutani, Polres Magetan, TNI, serta pemerintah daerah. Dengan jenis benih Bisi Pioneer dan Bisi 18 yang ditanam, panen kali ini diperkirakan menghasilkan 1.384,6 ton jagung, dengan estimasi nilai ekonomi sebesar Rp7,6 miliar berdasarkan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram.
Ketua DPRD Magetan, Suratno, mengapresiasi keberhasilan kelompok LMDH Yosowono dalam mengoptimalkan lahan Perhutani untuk mendukung ketahanan pangan. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dinas terkait harus terus diperkuat demi swasembada pangan, khususnya jagung di Magetan.
Curah hujan yang tidak menentu menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani, namun sinergi antara LMDH dan berbagai pihak telah membuktikan bahwa pertanian tetap bisa berjalan produktif. Dengan adanya panen raya ini, diharapkan semakin banyak dukungan diberikan kepada petani agar sektor pertanian jagung di Magetan berkembang lebih baik.(DNY)

