27.1 C
Madiun
Kamis, Februari 22, 2024

Pengendara Sepeda Motor Bersandal Jepit, Begini Kata Kakorlantas Polri


 

TEROPONGNUSA.COM
| JAKARTA
– Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas)
Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi, menjelaskan ihwal imbauan penggunaan sandal
jepit untuk pengendara sepeda motor. Firman menyebut imbauan itu penting untuk
meminimalisir fatalitas kecelakaan di jalanan.

 

Awalnya, Firman mengumpamakan seorang
pengendara yang hendak pergi menggunakan sepeda motor dengan jarak dekat.
Alih-alih menggunakan sandal jepit, Kakorlantas mengimbau pengendara itu
seharusnya menggunakan sepatu untuk menghindari kecelakaan.

 

Karena menurut Firman, kecelakaan justru
kerap terjadi saat pengendara melakukan perjalanan jalan dekat yang rutin
dilakukan setiap hari.

 

“Karena ada masyarakat yang bilang begini
‘Pak cuman deket aja kok, masa cuman mau beli tempe doang ke pasar (pakai
sepatu) segala macam itu’. Kecelakaan di jalan justru dari rumah ke pasar beli
tempe yang dia rutin tiap hari dan tidak ada kecelakaan itu memang yang
sengaja,” ucap Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi, Rabu (15/6/2022).

 

Oleh karena itu, setiap pengendara sepeda
motor hendaknya, lanjut Firman, untuk mempersiapkan sebaik mungkin sebelum
keluar rumah menggunakan motor baik jarak dekat maupun jarak jauh. Salah
satunya menggunakan sepatu, helm dan jaket sebagai bentu ikhtiar untuk
menghindari kecelakaan.

 

“Tapi dengan kita sudah ikhtiar kalau dalam
agama. Ikhtiar kita maksimalkan kalau masih terjadi juga Tuhan sudah punya
rencana, tapi kita ikhtiar maksimal memperkecil fatalitas kecelakaan dengan
memberikan perlindungan yang cukup bagi anggota tubuhnya roda dua khususnya,”
jelas Firman.

 

Sekali lagi, Firman mengatakan bahwa
penggunaan sandal jepit tidak ada proteksi jika bersentuhan langsung dengan
aspal. Lain hal, jika penggunaan sepatu, maka tingkat fatalitas kendaraan akan
sangat minim.

 

“Mohon maaf saya bukan men-strassing pakai
sendal jepitnya, tidak ada perlindungan pake sandal jepit itu. Karena kalau dia
sering pake motor (dengan sandal jepit) kulit itu bersentuhan langsung dengan
aspal, ada api, ada bensin ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi
kita itulah fatalitas,” jelas Firman.

 

Firman juga menegaskan tidak ada tilang untuk
pengendara roda dua yang menggunakan sandal jepit. Namun petuga akan memberikan
imbauan dan edukasi jika menemukan pengendara menggunakan sandal jepit.

 

Firman mengakui, budaya ini akan sulit untuk
diterapkan. Namun, ia yakin ke depan masyarakat akan mulai sadar memproteksi
diri dengan peralatan lengkap saat berkendara motor.

 

“Saya sampaikan kepada anggota kalau ketemu
dengan para pengemudi yang masih menggunakan itu (sandal jepit) sarankan untuk
meminta perlindungan,” ucap Firman.

 

“Tidak ada sanksi tilang, saya sudah
sampaikan untuk ops patuh tahun ini kita sudah dibantu dengan etle. Yang ketemu
di jalan kita akan berikan edukasi termasuk tadi. Ini mungkin tidak gampang
masa-masa dulu ketika dipaksa pakai helm juga yang panas ada, tapi ketika
masyarakat menyadari kepala saya ini penting,” tutupnya.(hum/red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
21,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru