31.2 C
Madiun
Sabtu, April 13, 2024

Ternak Kelinci, Kelompok Barokah Jaya Mampu Ciptakan Peluang Usaha dan Ikon Desa

Ketua Kelompok Barokah Jaya sedang mengecek kelinci ternaknya

TEROPONGNUSA.COM | MAGETAN – Berawal dari
mencoba-coba, usaha ternak kelinci yang dirintis oleh Kelompok Ternak Barokah
Jaya RT 7/RW 3, Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, kini
mulai terlihat kemajuan dan keberhasilannya.

 

Buktinya, yang semula hanya beberapa ekor
saja namun saat ini jumlah kelinci yang telah diternak sudah mencapai ratusan
ekor.

 

Meskipun baru satu tahun, dengan jumlah
kelinci tersebut memiliki arti bahwa usaha Kelompok Barokah Jaya yang
beranggotakan 10 orang tergolong berhasil.

 

“Semula hanya
bermodal dua pasang ekor kelinci, kandang serta pakan yang diberikan oleh
Pemdes Purworejo. Dan sekarang Alhamdulillah tiap anggota sudah memiliki 10
indukan,” kata Sulistiono,  Ketua
Kelompok Barokah Jaya.

 

Sedangkan untuk
jenisnya, kelompok ini memilih kelinci jenis Rex yang memiliki bentuk telinga
tegak serta berbulu halus yang mana berat per ekornya bisa mencapai 4,5
kilogram.

 

Dan untuk
penjualannya, Sulistiono mengatakan, setiap kelinci siap dijual ketika sudah
memiliki berat 2,5 kilogram dengan masa pemeliharaan 0 sampai 4 bulan.

 

“Satu ekor dari 0
sampai penjualan untuk pedaging minimal 2,5 kilogram dengan usia 0 sampai 4
bulan,” terang Sulistiono.

 

Kelompok Barokah Jaya mendapat kunjungan Kades Purworejo (baju coklat)

Sementara untuk
hasil ternak tersebut selain dijual dalam keadaan hidup, juga dijual dalam
bentuk olahan seperti rica-rica, sate kelinci dan bentuk lain sesuai permintaan
pasar. Bahkan dalam menambah koleksi olahan kelincinya, Kelompok Barokah Jaya
juga telah mencoba membuat nuget. Artinya, kelompok Barokah Jaya merupakan
kelompok yang produktif dan memiliki daya kreatifitas.

 

Tidak habis sampai
di situ saja, selain diambil dagingnya, ternyata kotoran kelinci pun juga turut
dimanfaatkan dengan dijadikan pupuk tanaman buah naga yang ditanam tak jauh
dari kandang 

 

Meski demikian
usaha ternak kelinci yang telah berjalan tersebut bukan tanpa kendala,
melainkan ada satu hal yakni tidak dimilikinya mesin pembuat pelet sebagai
makanan kelinci. Sehingga dalam mencukupi kebutuhan makanan kelinci, anggota
kelompok terpaksa harus membeli dari luar yang otomatis dapat menambah biaya
pemeliharaan.

 

“Kami membutuhkan
mesin pelet untuk makanan kelinci supaya nanti bisa membuat sendiri dan tidak
beli lagi,” tambah Sulistiono.

 

Kini berkat usaha
ternak kelinci tersebut, Kelompok Ternak Kelinci Barokah Jaya dapat
meningkatkan perekonomian warga serta menciptakan ikon Desa Purworejo.

 

Melihat hal itu,
Kepala Desa Purworejo, Hari Agung Cahyono, memberikan apresiasi dan mendukung
keberadaan Kelompok Barokah Jaya.

 

“Kami sangat
mendukung sekali, karena dengan adanya itu selain menjadikan ikon desa juga
bisa meningkatkan penghasilan warga,” tutur Kades Hari Agung Cahyono.

 

Reporter: Denny
Rubi

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
21,600PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru