30.4 C
Madiun
Minggu, Maret 3, 2024

Pol PP Kabupaten Tangerang Tidur, Tambang Galian C Ilegal Masih Berjalan

 


TEROPONGNUSA.COM,
TANGERANG
– Kegiatan
usaha tambang Galian C yang diduga ilegal dan sudah disegel oleh Satuan Polisi
Pamong Praja Kabupaten Tangerang, hingga saat ini masih beroperasi.

Keberadaan
tambang ilegal di Desa Kelebet, Kecamatan Kemeri, Kabupaten Tangerang terkesan
kebal dari hukum. Pasalnya, papan segel yang dipasang oleh Satuan Polisi Pamong
Praja Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, tak lantas menjadikan usaha ini
terhenti.


Kendati
banyak pihak yang meminta kegiatan tambang ini untuk berhenti, karena selain
merusak alam serta tidak mengantongi ijin, tak juga menyurutkan para pengusaha
tambang Galian C tersebut untuk tetap menjalankan aktivitas usahanya.

Ditemui
di kantornya, Surya, Sekretaris Lembaga Aliansi Indonesia, Cabang Kabupaten
Tangerang, menegaskan pihaknya akan segera melaporkan kegiatan penambangan Galian
C ilegal tersebut kepada aparatur penegak hukum.

“Jelas-jelas
sudah terpasang papan segel di lokasi penambangan tersebut, kenapa kegiatan
usaha ini masih beraktivitas sampai saat ini. Selain tak berijin, kegiatan penambangan
di Desa Kelebet ini sudah merusak alam, khususnya area persawahan,” ungkapnya.


Berdasarkan
Pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
disebutkan, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin Usaha
Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan
Khusus (IUPK) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda
paling banyak Rp10.000.000.000 (Sepuluh Milyar Rupiah).

Selain
izin IUP dan IPR, pengelola juga harus memiliki izin khusus penjualan dan
pengangkutan sesuai Pasal 161 UU No. 4 Tahun 2009.

(Surya,Sekretaris Lembaga Aliansi Indonesia)

Pengelola
pertambangan termasuk Galian C berdasarkan Pasal 96 UU No 4 Tahun 2009 memiliki
5 kewajiban, diantaranya pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan,
termasuk kegiatan reklamasi dan pasca tambang,” tegas Surya belum lama
ini.

Ketika
ditanya apa langkah yang akan ditempuh oleh Lembaga yang dinaunginya, Surya
mengatakan pihaknya akan segera membuat laporan yang ditujukan kepada Polda
Banten, serta Inspektur Tambang di Kementerian Lingkungan Hidup Republik
Indonesia.

“Sesegera
mungkin kami akan mengirimkan laporan dan pengaduan kepada Polda Banten,
Inspektur Tambang serta Dinas ESDM Provinsi Banten agar pengusaha – pengusaha
nakal seperti ini, ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara kita,”
pungkasnya.

Sementara
itu, Kepala Desa Kelebet, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon
selulernya, masih enggan memberikan komentar terkait aktivitas penambangan Galian
C yang diduga ilegal tersebut. (Novan/chandra).

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
21,600PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru