24 C
Madiun
Minggu, Juni 16, 2024

Ngopi Periben Bersama SRPB Jatim ‘Pecah’

TEROPONGNUSA.COM,
MAGETAN
–Ngolah Pikir Pengurangan Resiko Bencana (Ngopi Periben) dengan tema
‘Menjaga Alam Untuk Kelangsungan Umat’ yang digelar di sekretariat Tidar Er-Me
Desa Kambingan, Kecamatan Takeran terlihat meriah.
Pasalnya, acara yang digelar pada Jumat malam
(30/8/2019) ini selain dihadiri ratusan relawan independen dari berbagai
komunitas juga turut dihadiri Koordinator Sekber Relawan Penanggulangan Bencana
(SRPB) Jawa Timur, Dian Harmuningsih sebagai pengisi acara.
Menurut Dian, relawan khususnya di Magetan
harus memiliki keahlian, pengetahuan dan etika karena hal itulah yang bisa
menjadikan relawan tangguh, professional, 
dan mempunyai kompetensi dalam melaksanakan kegiatan di lapangan.
“Relawan itu ada yang dari pemerintah,
masyarakat, media, badan usaha, dan akademisi. Dari kelima itu, masing-masing
punya cara kerja sendiri,” ujar Dian.
Tidak hanya Dian, Ketua Himpunan Kerukunan
Tani Indonesia (HKTI), Harun Sunarso juga hadir dalam acara ini.
Dia mengatakan, bagi daerah yang terjadi
kekeringan sebaiknya jangan hanya diberikan bantuan pengiriman air, namun
lebih kepada pemikiran untuk membuat sumur bor bagi daerah yang terdapat sumber
mata airnya.
“Kalau kekeringan ya didrop air dengan
tangki air, tapi ya dari tahun ke tahun jangan gitu terus, tapi kita harus cari
solusi yang murah seperti pembuatan sumur dalam atau sumur bor,” ungkap Harun
yang juga pernah menjadi anggota Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Semua peserta dalam acara yang digagas oleh
Komunitas Relawan Independen TIDAR Er-Me dan Magetan Rescue Unit (MRU) bersama
SRPB ini juga mengucapkan ikrar dengan bunyi:
Kami Masyarakat Jawa Timur,
-Mengenali dan seksama dan sungguh-sungguh
ancaman bencana
-Menyiapkan secara cermat dan teliti akan
strategi, baik pencegahan maupun saat musibah datang
-Menjaga alam dengan tidak mencemari sungai,
sumber mata air, kebersihan lingkungan serta mengurangi penggunaan bahan
plastik sekali pakai
-Tidak lagi menebang pohon dan secara rutin
menanam pohon yang memiliki nilai perlindungan alam yang kokoh dan nilai
ekonomis demi kesejahteraan rakyat
-Menjadi pelopor bela alam dengan kesadaran
sendiri melibatkan unsur –unsur kecil yaitu keluarga serta masyarakat luas
-Menjadikan bela alam sebagai ibadah yang tak
pernah berhenti
-Melaksanakan dengan sungguh-sungguh
kesepakatan dan janji ini dan setiap saat memberikan tenaga sebagai insan
pembela alam yang penuh komitmen tinggi
(NYR)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
21,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru