PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Tiga petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo dipercaya menjadi instruktur sekaligus pemateri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 1 Brotonegaran Ponorogo. Kegiatan berlangsung mulai Selasa (14/7) hingga Kamis (16/7) dan diikuti oleh 132 siswa kelas IV, V, dan VI.
Keterlibatan petugas Rutan Ponorogo ini merupakan tindak lanjut atas permohonan dari SD Negeri 1 Brotonegaran kepada Kepala Rutan Ponorogo untuk memberikan pembekalan kepada para peserta didik. Berdasarkan surat tugas yang diterbitkan, tiga petugas ditugaskan memberikan materi pelatihan baris-berbaris (PBB) dasar, wawasan kebangsaan, serta pembinaan kedisiplinan yang disesuaikan dengan usia anak sekolah dasar.
Dalam pelaksanaannya, para petugas membimbing siswa mengenai sikap sempurna, penghormatan, gerakan dasar baris-berbaris, hingga pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta semangat cinta tanah air. Materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan sehingga para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Selain praktik lapangan, para siswa juga mendapatkan penguatan nilai-nilai karakter yang bertujuan membentuk sikap disiplin dan rasa nasionalisme sejak dini.
Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, M. Agung Nugroho, menyampaikan bahwa keikutsertaan petugas Rutan Ponorogo dalam kegiatan MPLS merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
“Kami menyambut baik sinergi dengan dunia pendidikan melalui kegiatan MPLS ini. Melalui materi kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan pelatihan baris-berbaris, kami berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kuat. Rutan Ponorogo siap mendukung kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pembentukan karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Agung.
Melalui kegiatan ini, Rutan Ponorogo tidak hanya berperan dalam pembinaan di lingkungan pemasyarakatan, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan. Diharapkan, nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan tanggung jawab yang ditanamkan sejak dini dapat menjadi bekal bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari serta mendukung terciptanya generasi yang berkualitas dan berintegritas.(Hum/Red)

