NGAWI, TEROPONGNUSA.COM – Panitia Qurban Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangjati kembali menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim AS melalui pelaksanaan penyembelihan hewan qurban pada hari kedua setelah Hari Raya Idul Adha (H+2), yakni Kamis (28/5/2026).
Total empat ekor hewan qurban — terdiri dari dua ekor sapi dan dua ekor kambing — berhasil disembelih secara syar’i dan didistribusikan kepada masyarakat berhak di wilayah Kecamatan Karangjati dan sekitarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Masjid Al-Ma’un Desa Karangjati, dengan melibatkan puluhan relawan dari berbagai elemen, termasuk anggota Pemuda Muhammadiyah, Ibu-ibu Aisyah, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, serta warga setempat. Proses penyembelihan dilakukan oleh jagal berpengalaman yang telah bersertifikat halal dari MUI, memastikan setiap tahapan sesuai tuntunan syariah Islam.
Ketua PCM Muhammadiyah Karangjati, M. Iskak, menyatakan bahwa pelaksanaan qurban bukan hanya sekadar ritual ibadah, tetapi juga bentuk nyata dari solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
“Qurban adalah momentum untuk mengingatkan kita akan ketulusan Nabi Ibrahim AS dalam menyerahkan segala sesuatu kepada Allah SWT. Dengan menyembelih hewan qurban, kita tidak hanya menjalankan perintah agama, tapi juga membuka pintu rezeki bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu,” ujarnya saat ditemui di lokasi penyembelihan.
Bapak M. Iskak menambahkan, distribusi daging qurban tahun ini menjangkau lebih dari 300 kepala keluarga, termasuk fakir miskin, yatim piatu, janda dhuafa, dan lansia terlantar. Selain itu, sebagian daging juga dialokasikan untuk konsumsi bersama di masjid-masjid dan mushola sebagai bentuk silaturahmi antar warga.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Basingah (67), warga Sumber bening, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan daging qurban tersebut.
“Alhamdulillah, saya dapat bagian daging sapi dan kambing. Ini sangat membantu kami yang hidup sederhana. Terima kasih kepada PCM Muhammadiyah Karangjati yang selalu ingat sama orang-orang seperti kami,” katanya dengan haru.
Selain aspek spiritual dan sosial, kegiatan qurban kali ini juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda. Para pelajar dan remaja Muhammadiyah dilibatkan langsung dalam proses pemotongan, pengemasan, hingga pendistribusian, sehingga mereka memahami makna sebenarnya dari berkurban: ikhlas, berbagi, dan bertanggung jawab.
Ketua ranting Muhammadiyah Karangjati, Bapak Sugeng menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas manajemen qurban setiap tahunnya, mulai dari seleksi hewan, transparansi dana, hingga pelaporan distribusi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah donasi qurban digunakan secara amanah dan tepat sasaran. Tahun depan, insyaallah kami targetkan penambahan jumlah hewan qurban dan perluasan area distribusi,” pungkasnya.
Dengan semangat “Berkurban untuk Umat, Membangun Peradaban”, PCM Muhammadiyah Karangjati Kabupaten Ngawi membuktikan bahwa organisasi Islam modern tidak hanya fokus pada dakwah fikrah, tetapi juga aktif dalam membangun kesejahteraan umat melalui aksi nyata.
Melalui kegiatan qurban ini, diharapkan nilai-nilai tauhid, ukhuwah islamiyah, dan kepedulian sosial semakin mengakar kuat di tengah masyarakat Karangjati, sekaligus menjadi teladan bagi daerah lain dalam mengelola potensi qurban secara profesional dan bermartabat.(Irwan)

