MADIUN, TEROPONGNUSA.COM – Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, mendapat kunjungan dari Bupati Bungo, Dedi, pada Kamis (12/6/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi tiru terkait pengelolaan sampah yang telah diterapkan di daerah tersebut.
Pengelola TPS3R, Dani Setiawan, mengungkapkan bahwa operasional tempat ini telah berjalan sejak 1 Januari 2024 dan kini memiliki 312 nasabah dari lingkungan sekitar, termasuk pasar desa, sekolah dasar, dan puskesmas. Sistem pengelolaan sampah dilakukan setiap sore mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, dengan pemilahan sampah dilakukan setelah Maghrib. Semua sampah dikelola langsung tanpa ada yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Kami sudah menerapkan layanan one-day service, sehingga sampah langsung diproses di sini. Untuk residu, kami menggunakan sistem pembakaran dengan kapasitas 5-6 kuintal, yang dipanaskan selama 25 menit menggunakan kayu bakar,” jelas Dani.
Pemilahan sampah di TPS3R Sumbersari dilakukan dengan memisahkan plastik dan limbah organik. Limbah organik diolah menjadi kompos dengan bantuan mikroorganisme M4 dalam waktu 2-3 bulan sebelum siap dipanen. Selain itu, hasil pengolahan berupa kompos, kompofit dari batok kelapa untuk media tanam, dan pupuk cair dari buah menjadi produk utama yang dihasilkan oleh empat personel TPS3R.
Dalam kunjungannya, Bupati Bungo, Dedi, mengungkapkan ketertarikannya terhadap sistem pengelolaan sampah di Madiun, termasuk penerapan listrik dan penataan kota yang berbasis lingkungan.
“Kami telah mengunjungi Bank Sampah Jiwan sebelumnya, dan sekarang ingin memahami lebih dalam peran TPS3R dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Camat Saradan, Dodi Setiawan, menyambut baik kunjungan ini dan berharap dapat belajar lebih banyak dari Kabupaten Bungo.
“Jika dijadikan tempat belajar, mungkin TPS3R di sini belum sepenuhnya layak. Namun, kami berharap kerja sama ini dapat memberi manfaat bagi Kabupaten Madiun,” kata Dodi.
Menurutnya, program ini menjadi solusi bagi Kecamatan Saradan mengingat TPA Kaliabu yang sudah mengalami kelebihan kapasitas. Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan dana bantuan sejak tahun 2024, baik dari pusat, daerah, maupun desa. Kecamatan pun turut berperan dalam memberikan pembinaan kepada TPS3R.
“Kami hari ini juga menggandeng Perhutani sebagai salah satu solusi bagi masyarakat. Semoga ini bisa menjadi langkah awal dalam mengurai permasalahan sampah di daerah kita,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumbersari, Isnanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada TPS3R di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bungo, Camat Saradan, dan semua pihak yang telah berkunjung dan berbagi pengalaman. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengelolaan sampah demi lingkungan yang lebih sehat,” ujarnya.(DNY)

