PONOROGO, TEROPONGNUSA.COM – Dalam upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih tertib dan bersih, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo yang baru, M. Agung Nugroho, mengadakan pertemuan perdana dengan seluruh warga binaan pada Jumat pagi (23/5/2025).
Acara ini berlangsung di lapangan rutan dan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kepemimpinan baru sekaligus menyampaikan kebijakan yang akan diterapkan.
Dimulai pada pukul 08.15 WIB, kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), anggota regu pengamanan, serta seluruh warga binaan. Dalam sambutannya, M. Agung Nugroho menegaskan bahwa Rutan Ponorogo harus menjadi lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan handphone serta narkoba.
“Saya ingin membangun suasana yang kondusif untuk pembinaan. Oleh karena itu, tidak ada toleransi terhadap penggunaan handphone dan peredaran narkoba di dalam Rutan. Ini adalah komitmen bersama untuk menjadikan Rutan Ponorogo lebih bersih,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelayanan bagi warga binaan. Semua layanan yang diberikan di Rutan Ponorogo, menurutnya, bersifat gratis dan tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apa pun.
“Saya pastikan seluruh layanan di Rutan ini bebas biaya. Jika ada pihak yang mencoba melakukan pungutan liar, segera laporkan kepada kami, dan akan kami tindak tegas,” ujar Kepala Rutan.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh warga binaan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program pembinaan yang telah disiapkan, baik yang berfokus pada pengembangan kepribadian seperti pembinaan kerohanian dan disiplin, maupun yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja.
“Pembinaan adalah hak kalian, dan kami ada untuk memfasilitasinya. Namun, keberhasilan program ini tergantung pada keterlibatan aktif dari kalian semua,” pesannya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan antusiasme. Warga binaan tampak memperhatikan dengan saksama arahan yang diberikan oleh Kepala Rutan, yang menyampaikan pesannya dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas.(Hum/Red)

