terwujud, karena Pemerintah menargetkan sebelum lebaran 2019 ruas jalan tol
tersebut dapat berfungsi.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini
Soemarno saat meninjau lokasi proyek tol di Parik Malintang, Kabupaten Padang
Pariaman, Sabtu (14/10/2017).
“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tentu juga dengan
tokoh masyarakat adat untuk bisa memuluskan proses pembebasan lahan,”
sebutnya.
Rini sangat mengapresiasi dukungan dan partisipasi masyarakat Parik Malintang
untuk jalan Tol ini.
“Saya bangga dan terharu dengan dukungan masyarakat yang dengan
bersemangat mendukung jalan tol ini. Semoga di lokasi lain, persoalan tanah
juga sama seperti dukungan masyarakat Parik Malintang ini,” ujar Rini
dengan terharu.
Rini menjelaskan, proses pengerjaan tol tersebut dibagi dalam 4 (empat) tahap.
“Tahap I adalah ruas Padang-Sicincin yang diharapkan dapat berfungsi
sebelum lebaran 2019, Tahap II yakni menghubungkan Sicincin-Payakumbuh dengan
pengerjaan pada 2021-2023, tahap III dilaksanakan pada 2022-2025 untuk ruas
Payakumbuh-Bangkinang, Riau serta tahap akhir dilaksanakan pembangunan secara
pararel untuk Bangkinang-Pekanbaru tahun 2021-2023,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang ikut mendampingi Rini
Soemarno mengatakan, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah
daerah yang wilayahnya dilintasi oleh tol ini.
“Koordinasi tersebut telah kami lakukan, seperti pada minggu lalu, kami
mengadakan rapat bersama Bupati Padang Pariaman beserta perwakilan masyarakat
dan kami juga meninjau ke lapangan langsung,” ungkapnya.
Lanjut, Nasrul Abit menjelaskan, akan terus berkoordinasi dan akan membantu
daerah yang terkendala dalam mendukung pembangunan tol ini.
“Semoga dengan bantuan dan kerjasama pemerintah daerah kabupaten/kota dan
tentunya juga masyarakatnya, pembangunan tol ini akan selesai dengan target,”
tutupnya.[Red]


